Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Human Interest Story

Rabi Yaakov Baruch, Keturunan Yahudi Belanda yang Tumbuh di Keluarga Beda Agama

Mengenal Sosok Rabi Yaakov Baruch, Keturunan Yahudi Belanda yang Tumbuh di Keluarga Beda Agama.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rizali Posumah
Foto Rabi Yaakov Baruch (40) pemimpin Komunitas Yahudi di Sulawesi Utara dan suasana ibadah umat Yahudi di Sinagoge Shaar Hasyamayim. 

Keputusannya untuk kembali ke agama nenek moyangnya, Yahudi, muncul pertama kali saat ia bercerita dengan nenek sebelah ibunya, Sylvia Van Beugen

Waktu itu, Yaakov masih duduk di bangku SMP. Neneknya memberitahukan kepada Yaakov bahwa ia adalah keturunan Yahudi. 

Dari cerita nenek itulah ia kemudian serius menelusuri silsilah keluarganya.

Ia lantas mendapati kenyataan, bahwa kakek buyut dari garis keturunan ibunya yakni Elias van Beugen adalah imigran Yahudi Belanda.

Namun sudah sejak lama keluarga ibunya berpindah dari agama Yahudi. 

Yaakov Baruch kemudian mendalami Yahudi di Singapura dan memutuskan untuk memimpin Sinagoge di Sulawesi Utara pada tahun 2004.

"Dari beliau (Sylvia Van Beugen) sehingga saya menjalani kehidupan sebagai Rabi Yahudi seperti sekarang ini," ujar Yaakov kepada Tribun Manado, Sabtu (12/2/2022) lalu. 

Meski sebagai keturunan Yahudi, ia bisa saja memilih agama lain selain Yahudi. 

Namun Rabi Yaakov Baruch yakin, sebagai orang yang dilahirkan dari keturunan Yahudi, ia percaya Tuhan punya rencana untuk memakai dirinya melestarikan keyahudian di Indonesia. 

"Saya meminjam quotes dari Rabbi Hillel: kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan. Jadi harus kita sendiri," ujar dosen Hukum Humaniter dan Hukum Internasional di Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado ini. 

Yahudi bagi Yaakoov Baruch

Suasana ibadah umat Yahudi di Sinagoge Shaar Hasyamayim, Tondano.
Suasana ibadah umat Yahudi di Sinagoge Shaar Hasyamayim, Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

“Yahudi bukanlah agama misionari atau dakwah. Masuk boleh tapi lewat proses yang sulit,” ujar Rabi Yaakov Baruch.

Rabi Yaakov bercerita tentang komunitas Yahudi di Sulawesi Utara.

Kata dia, keturunan Yahudi di Sulawesi Utara itu sebenarnya banyak sekali. 

Keturunan ini berasal dari Yahudi Belanda yang datang ke Indonesia termasuk di Sulawesi Utara pada masa kolonial. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved