Berita Sulut

Bimtek Pengelolaan Sampah DLH Sulut, Edukasi Warga Pilah Sampah dari Sumber

Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan sampah, Jumat (8/7/2022)

Editor: David_Kusuma
Istimewa
Dr Darhamsyah, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan sampah, Jumat (8/7/2022).

Bimtek dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr Darhamsyah, dan Kepala Bidang Fasilitasi Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Suwardi STP Msi.

Darhamsyah mengatakan, tujukan bimtek ini bagaimana penguatan kapasitas pemerintah daerah provinsi dan kabupaten dan kota dalam hal mengendalian pencemaran dan pengrusakan di daerahnya. “Urusan lingkungan hidup itu adalah pelayanan dasar,” ungkapnya.

“Kita hadir di sini untuk mendampingi penerintah daerah. Fokus kita dalam masalah sampah.
Semua orang mau sampah itu berkurang, tetapi masih banyak orang yang tidak sadar bagaiman mengurangi sampah tersebut,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, untuk itu harus dicari cara dan membangun sistemnya. Dalam menanggulangi sampah ada dua cara pokok, yaitu pengurangan dan penanganan.

Pengurangan adalah mengurangi sampah itu agar tidak tercipta, sedangkan penanganan adalah menanggulangi sampah yang sudah ada.

“Kami menghimbau retail retail untuk menggunakan kantong selain plastik. Saya sendiri menerapkan dalam diri saya ‘work to talk,” ujarnya lagi.

Goal yang ingin di capai dalam kegiatan ini, pertama pemerintah daerah punya kapasitas yang lebih kuat. “Kita tahu ada banyak kelemahan di beberapa sisi. Di antaranya ketika ada pergantian pimpinan, kita berharap apa yang sudah kita lakukan tetap kita jaga konsistensinya, agar terus berlanjut tidak berhenti,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk Manado urusan sampah bukan hal yang baru karena sudah beberapa kali mendapatkan Adipura. Tetapi harus terus menjaga konsisten agar tidak turun. ”Masyarakat juga harus berperan aktif dan bertanggung jawab,” imbuhya.

“Kita juga mengimbau kepada produsen agar bisa mendaur ulang sampah sampah dari produk yang dihasilkan. Contohnya produsen air kemasan mulai melakukan program tersebut.
Harapan saya Sulawesi utara ini bisa menjadi terdepan dalam pengelolaan lingkungan, karena saya tahu di daerah ini ada nilai-nilai yang sangat kuat yang bias diangkat. Contohnya budaya mapalus, itu lebih banyak digunakan dalam petanian dan pengelolaan kampung, mnapalus ini bagaimana kalua kita terapkan dalam pengelolaan lingkungan, dan itu adalah sesuatu yang sangat baik, contohnya kita ramai-ramai membersihkan pasar,” ujarnya menjelaskan.

Kata dia lagi, manfaatkan spirit mapalus ini untung menjaga dan memperbaiki lingkungan kita dan sekitarnya. “Tokoh Sulawesi utara Sam Ratulangi juga mengatakan ‘orang hidup menghidupi orang lain’.
Kalau menurut saya sumber kehidupan itu juga dalam lingkungan, sebab itu bantuan terbesar ketika kita bisa menciptakan lingkungan yang baik untuk semua, sehingga kita bisa menghirup udara segar, air bersih dan sebagainya,” tandasnya.

Sementara Suwardi mendorong pemerintah daerah untuk mengurangi timbunan sampah
kemudian menindaklanjutinya.

Sulawesi Utara adalah daerah tujuan wisata, karena itu keindahan dan kebersihan lingkungan harus dijaga agar para wisatawan yang datang terkesan akan lingkungan yang bersih dan indah

“Dalam hal pengelolaan sampah kita juga bisa memanfaatkan bank sampah. Pengelolaan sampah berbasis ekonomi, sampah dipilah berdasarkan jenis-jenisnya. Pengelolaan sampah dari sumber dan kita harapkan yang masuk ke TPA tinggal residu, dan ini bisa memperpanjang umur TPA,” ujarnya.

Pengelolaan sampah berbasis maggot yang memiliki kemampuan mengurai sampah organik dua sampah organik lima kali bobot tubuhnya selama 24 jam.

Maggot yang sudah menjadi prepupa maupun bangkai lalat, masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kaya protein.

“Pengelolaan sampah juga kita bisa dorong mulai dari rumah tangga, minimal kita menyediakan dua tempat sampah, untuk sampah organik dan anorganik,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat untuk mengelolah sampah dengan metode management pengangkutan.
Jadi sampah akan diangkut pada hari-hari tertentu, misalnya untuk sampah organik akan diangkut pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan untuk sampah anorganik akan diangkut pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

“Dengan begitu kami berharap masyarakat akan teredukasi dan terus menerapkan pola pengelolaan sampah tersebut,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, lakukan penyusunan Jakstrada (kebijakan dan strategi daerah) dalam pengelolaan sampah. Masyarakat sadar memilah sampah dari sumber. (vid)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved