Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulawesi Utara

Pentingnya Terapkan Model Pembelajaran dengan Kurikulum Pendidikan Merdeka Belajar di Sulawesi Utara

Pengembangan dunia pendidikan senantiasa diperhadapkan dengan inovasi pembelajaran yang beriringan dengan perkembangan teknologi pendidikan

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
Ist
Prof. Dr. Ferdinand Kerebungu, MSi. Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Unima. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengembangan dunia pendidikan senantiasa diperhadapkan dengan inovasi pembelajaran yang beriringan dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Pengembangan tersebut dimulai dari pengembangan desain model pembelajaran, metode, strategi, hingga pengembangan bahan ajar yang secara terus menerus perlu senantiasa di upgrade kebaharuannya.

Begitu juga dengan kurikulum pendidikan, menjawab akan tantangan zaman sekaligus mendukung Indonesia menuju generasi emas 2045, tentunya memerlukan kurikulum yang paten untuk menompang akan keberhasilan tujuan pendidikan itu sendiri, yaitu sesuai dengan amanat bangsa.

Demikian dikatakan Pengamat Pendidikan Sulut Prof Dr Ferdinand Kerebungu MSi bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu insan yang beriman serta bertaqwa terhadap yang kuasa yang Maha Esa.

"Serta berbudi pekerti luhur, mempunyai pengetahuan serta keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap serta berdikari serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan serta kebangsaan," jelas Prof Ferdinand kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (8/7/2022).

Oleh karena itu, kata dia, pada tahun 2020 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengevaluasi dan membentuk kurikulum pendidikan baru yang digandang-gandangkan dengan sebutan Kurikulum Merdeka Belajar.

"Dalam kurikulum ini diharapkan setiap peserta didik bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing, melalui program yang telah diprogramkan dalam kurikulum tersebut," jelasnya.

Disamping itu, Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Unversitas Negeri Manado ini juga menyoroti akan inovasi dalam pembelajaran itu sendiri, dan demi mendukung keberhasilan penerapan Merdeka Belajar.

Salah satunya adalah model pembelajaran yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar.

"Nah, model pembelajaran ini sendiri adalah serangkaian kerangka kerja yang memberikan gambaran sistematis untuk melaksanakan pembelajaran agar membantu belajar siswa dalam tujuan tertentu yang ingin dicapai," kata Prof Ferdinand.

Artinya, model pembelajaran merupakan gambaran umum namun tetap mengerucut pada tujuan khusus pembelajaran itu sendiri.

Lanjutnya, Adapun inovasi dalam pengembangan model pembelajaran yang hendak didiskusikan ini adalah mengkolaborasikan beberapa bidang ilmu untuk mendukung keberhasilan tujuan pembelajaran.

Seperti penelitian yang baru-baru ini dilakukan di SMA Negeri 3 Tondano, kabupaten Minahasa.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menawarkan inovasi baru dalam model pembelajaran sosiologi di tingkat SMA/sederajat, dimana serangkaian tahapan pembelajaran ini dikombinasikan dengan menggunakan pendekatan ilmu ergonomic.

"Disitu ada kaedah-kaedah ergonomic yang digunakan dalam model pembelajaran ini, antara lain metode 20:20:20, penggunaan Stretching, desain penggunaan media yang tepat dan interaktif dan lain sebagainya," terang Prof Kerebungu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved