Ekonomi
Laki-laki Mendominasi Transaksi di E-Commerce Dibanding Perempuan, Kebanyakan untuk Hal Ini
Riset menunjukkan bahwa sejak tahun 2020 laki-laki lebih mendominasi transaksi di e-commerce dibandingkan perempuan. Kebanyakan untuk barang ini.
Selain itu, lebih banyak konsumen laki-laki yang menyatakan bahwa pengeluaran belanja mereka meningkat selama kuartal I/2021 (32 persen di Walmart.com, dan 38 persen di Amazon), jika dibandingkan dengan konsumen perempuan (22 persen di Walmart.com, dan 22 persen di Amazon).
Dari sisi produk, konsumen laki-laki di Amerika Serikat juga mendominasi perempuan dalam peningkatan pembelian di kategori alat kebersihan dengan 40 persen laki-laki dan 33 persen perempuan, serta kategori vitamin dan suplemen diet, dengan 31 persen konsumen laki-laki dan 24 persen perempuan.
Hal tersebut juga menandakan bahwa kebiasaan berbelanja online tidak terpaku pada gender dan tidak lagi identik dengan kaum hawa.
Lebih lanjut, selain laki-laki yang masih terus mendominasi transaksi di e-commerce, berikut beberapa temuan menarik lainnya terkait perilaku belanja online berdasarkan gender dari riset Perilaku Konsumen E-commerce Indonesia 2022, seperti:
Sepanjang 2021, konsumen perempuan membeli lebih banyak produk melalui e-commerce, dengan rata-rata pembelian 45 produk bila dibandingkan dengan konsumen laki-laki yang membeli rata-rata 42 produk per tahun.
Baca juga: Gerindra Sulawesi Utara Sambut Silaturahmi Bersama Tribun Manado
Baca juga: Sosok Julianto Eka Putra, Motivator JE Terdakwa Kasus Pelecehan, Ternyata Dapat Banyak Penghargaan
Saat melakukan transaksi, konsumen laki-laki mengeluarkan uang dengan jumlah yang lebih besar daripada konsumen perempuan.
Rata-rata jumlah uang yang dikeluarkan oleh konsumen laki-laki berada pada Rp 320.982 dan rata-rata konsumen perempuan di Rp 289.163
Sebanyak 57 persen konsumen perempuan cenderung memilih untuk berbelanja melalui 1 platform e-commerce, sedangkan konsumen laki-laki cenderung berimbang atau lebih dari 1 dalam memilih platform e-commerce
Berdasarkan preferensinya, konsumen laki-laki melakukan transaksi hampir dua kali lebih banyak untuk kategori otomotif dan elektronik, sementara perempuan lebih banyak untuk kebutuhan makanan, kesehatan dan kecantikan, serta fashion.
Untuk konsumen laki-laki kategori produk favorit berdasarkan jumlah transaksi yaitu, pulsa dan voucher menduduki posisi pertama, diikuti oleh fashion dan aksesorisnya, dilanjutkan oleh kesehatan dan kecantikan.

Sedangkan untuk konsumen perempuan, produk fashion dan aksesoris berada di posisi pertama, kemudian produk pulsa dan voucher, serta produk kesehatan dan kecantikan
Konsumen perempuan menghabiskan sekitar Rp 2.892.039 untuk kategori produk komputer, gadget dan aksesorisnya.
Sedangkan konsumen laki-laki menghabiskan sekitar Rp 2.108.342 untuk kategori produk yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa pandemi telah memicu adanya investasi dari konsumen perempuan akan produk-produk yang mendukung produktivitas di rumah
Seiring dengan kemudahan akses serta ekosistem digital yang semakin mendukung, tren belanja online melalui e-commerce akan terus menjadi pilihan bagi masyarakat Indonesia dan diprediksi akan terus meningkat, dengan jumlah transaksi e-commerce Indonesia di 2025 yang akan mencapai US$137,5 miliar atau Rp 2,406 triliun.
Baca juga: Pengakuan Dua Korban Pelecehan Motivator Julianto Eka Putra, Tabiatnya Terkuak, Belasan Siswi Hancur
Baca juga: Potret Bayi Punya Empat Kaki dan Empat Tangan, Kini Dipuja Warga, Dianggap Reinkarnasi Tuhan