Seputar TNI
Baru Terungkap Nasib Sertu Muhammad Alkausar Prajurit TNI yang Bunuh Komandannya Mayor Beni Arjihans
Setelah membunuh Mayor Beni Arjihans, Sertu Muhammad Alkausar langsung diringkus Denpom XVII-3 Merauke untuk proses penyidikan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sertu Muhammad Alkausar telah ditahan untuk diselidiki.
Sertu Muhammad Alkausar adalah prajurit TNI yang membunuh atasannya Mayor Beni Arjihans.
Sertu Muhammad Alkausar nekat membunuh Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tingkat IV LB Moerdani Kabupaten Merauke, Papua, Mayor Beni Arjihans.
Nah baru terungkap nasib Sertu Muhammad Alkausar sekarang.
Diketahui setelah membunuh Mayor Beni Arjihans, Sertu Muhammad Alkausar langsung diringkus Denpom XVII-3 Merauke untuk proses penyidikan.
Kini, sanksi berat menanti Sertu Muhammad Alkausar yang sebelumnya bertugas sebagai perawat di instalasi gawat darurat (IGD) RS LB Moerdani Merauke.
Hal ini ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 174/Anim Ti Waninggap (ATW), Brigjen TNI E Reza Pahlevi.
Menurutnya, Sertu Muhammad Alkausar sebagai pelaku penusukan Mayor Beni Arjihans bakal dihukum seberat-beratnya dengan ancaman dipecat dari jabatan Bintara Rumkit TK IV Merauke.
"(Ancamannya) pasti kita pecat dan seberat-beratnya. Apapun itu alasannya itu sudah pasti kita pecat," kata Danrem 174/ATW kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).
(Sosok Sertu Muhammad Alkausar, Pembunuh Mayor Beny Arjihans Karumkit LB Moerdani, Selalu Bawa Pisau. Kolase Foto kiri ilustrasi. Foto kanan Mayor Beni Arjihans. (Dok.Tribunnews.com/TribunPapua.com/Kolase)
Dia menjelaskan, motif pelaku menusuk punggung Mayor Beni di UGD Rumkit LB Moerdani, Kampung Kamangi, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan menggunakan pisau dapur hingga korban meninggal dunia di RS AL Merauke masih dalam pendalaman Polisi Militer TNI AD.
Sertu Muhammad Alkausar kini berada di Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVII/3 yang terletak dijalan Raya Mandala Merauke.
"(Motifnya, red) masih pendalaman. Pelaku sekarang di Denpom XVII/3 Merauke. Saat itu juga (insiden) diamankan," ujarnya.
Danrem menambahkan, Sertu Muhammad Alkausar baru selesai melaksanakan pendidikan di Akademi Keperawatan (Akper).