News

Terungkap Sosok Mayor Ckm dr Beni Arjihans, Anggota TNI yang Ditikam Anak Buahnya, Asal Cimahi

Mayor Ckm dr Beni Arjihans meninggal usai ditikam anak buahnya di rumah sakit. Pelaku diketahui sudah menyimpan pisau dalam motornya.

Editor: Isvara Savitri
Youtube SURYAtv - Indonesian Latest News Videos
Mayor Ckm dr Beni Arjihans, Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke yang tewas ditusuk anak buahnya, Selasa (5/7/2022). Berikut sosok Mayor dr Beni yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kabar duka datang dari dunia militer Indonesia.

Seorang perwira menengah bernama Mayor Ckm dr Beni Arjihans, meninggal dunia pada Selasa (5/7/2022).

Korban yang merupakan Kepala Rumah Sakit Tingkat IV LB Moerdani Merauke, Papua, tersebut ditikam anak buahnya sendiri.

Sedangkan tersangka merupakan anak buah Mayor Ckm dr Beni Arjihans di rumah sakit yang sama.

Mayor Ckm dr Beni Arjihans meninggal akibat luka tusuk dari pisau panjang sekitar 30 cm yang dibawa pelaku, Sertu Muhammad Alkausar. 

Komandan Korem (Danrem) 174/ATW, Brigjen TNI E Reza Pahlevi kepada wartawan mengungkapkan kronologi insiden penusukan Karumkit tersebut. 

"Kejadiannya spontanitas. Saat dr Beni selesai melaksanakan kegiatan apel pagi, kemudian masuk ke kantor ruang UGD. Pada saat membuka pintu, rupanya dikejar oleh pelaku ini yang bekerja satu ruangan. Sama-sama di UGD," jelasnya, Selasa siang.

Dikatakan, pelaku yang mengetahui almarhum Mayor Ckm dr Beni masuk ruangan UGD langsung mengejarnya dengan membawa pisau dapur.

Pisau tersebut telah disimpan di sepeda motor.

"Pelaku sudah membawa pisau langsung melakukan penusukan pada korban dari belakang. Korban ditusuk dari belakang dengan pisau dapur, satu kali tusuk," kata Brigjen TNI E Reza Pahlevi.

Baca juga: Fakta Penikaman Mayor Beni Arjihans, Dilakukan Oleh Anak Buah yang Seorang Perawat

Baca juga: Terungkap Reaksi Gibran Rakabuming Soal Isu JKT48 Alami Pelecehan Saat Konser di Solo, Fakta Terkuak

Meski sekali tusuk, sambungnya, pisau tersebut langsung tertancap di bahu kiri Karumkit.

Bahkan, saat kejadian hingga korban dilarikan ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Merauke dan dinyatakan meninggal dunia pun pisau masih dalam kondisi tertancap ditubuh sang dokter.

"Pada saat kejadian sampai dinyatakan meninggal dunia, pisaunya masih tertancap. Karena lukanya cukup dalam," bebernya.

Danrem mengungkapkan, hasil autopsi menunjukkan luka akibat tusukan pisau dapur itu sedalam 23 cm dibahu kiri.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved