Profil Tokoh
Sosok Prada Beryl Kholif Prajurit TNI, Dulu Gagal 4 Kali Jadi Tentara, Kini Gugur Ditembak KKB
Prada Beryl Kholif prajurit yang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pegunungan Bintang, Papua.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Prada Beryl Kholif prajurit yang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pegunungan Bintang, Papua, dikenal sebagai pribadi yang sangat luar biasa.
Prada Beryl Kholif berasal dari Dukun Sukohargo, Desa Sukoharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, JawaTimur.
Prajurit TNI bernama lengkap Beryl Kholif Al Rohman itu merupakan anggota Peleton III Kipan A Yonif PR 431/SSP.

Korban meninggal dunia akibat kehabisan darah lantaran mengalami luka tembak di bagian paha.
Prada Beryl Kholif Al Rohman merupakan prajurit TNI yang berasal dari Kediri, Jawa Timur.
Baca juga: Profil Raden Said Soekanto Kapolri Pertama Indonesia, Mendirikan Akademi Polisi, 14 Tahun Menjabat
Berdasarkan keterangan pers yang diterima Tribun-Papua.com, Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryama, mengakui adanya peristiwa yang dialami satu prajurit TNI yang gugur ditembak KKB Papua.
Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Prajurit TNI Asal Kediri Tewas di Tangan KKB Papua, Kapendam: Diduga kelompok Lamek Taplo'.
Lebih lanjut Letkol Kav Herman Taryama mengatakan, aksi keji tersebut diduga dilakukan oleh KKB Ngalum Kupel, kelompok Lamek Apleki Taplo.
Mereka melakukan penyerangan terhadap Pos Ramil Kiwirok Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP.
“Satu personel terkena tembakan di bagian paha yang mengakibatkan yang bersangkutan kehabisan darah dan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIT,” tulis Letkol Kav Herman Taryama.
Saat ini aparat keamanan sedang mendalami kasus penembakan yang mengakibatkan satu prajurit TNI yang meninggal dunia tersebut.
“Informasi lebih lanjut masih dalam pendalaman karena terkendala jaringan komunikasi,” imbuhnya.
Letkol Kav Herman Taryama menjelaskan, proses evakuasi korban masih akan melihat situasi dan kondisi terkini.
“Rencana evakuasi masih melihat perkembangan situasi, dan akan disampaikan setelah ada kepastian kapan dan di mana evakuasi akan dilakukan,” tandasnya.
Kontak senjata antara personel TNI dengan kelompok bersenjata Papua sudah kerap terjadi, di antaranya pada 26 Maret 2022.