Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Pukul 03.00 WIB, Mobil Boks Pengangkut Uang Tabrak Pagar Pembatas lalu Terjun ke Sungai
Kecelakaan lalu lintas mobil boks pengangkut uang tabrak pembatas jalan hingga masuk ke sungai di Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jembatan Bakan Tambun, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang pada Senin dini hari.
Insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal kendaraan mobil boks.
Diketahui peristiwa itu terjadi karena mobil kehilangan kendali.
Baca juga: Bermodus Pura-pura Ajarkan Soal Akil Baligh, Seorang Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid-muridnya
Baca juga: Anies Ubah Nama Jalan, Warga Tolak Ganti Data: Enggak Perlu Diganti, Jangan Warga yang Direpotkan
Baca juga: Akhirnya Terungkap Ruben Onsu Bolak-balik Rumah Sakit, Kebingungan karena Darahnya Terus Berkurang
Pihak Polsek Kotabaru menjelaskan kronologi mobil boks pengangkut uang yang nyemplung ke sungai irigasi Bendung Tarum Timur (BT) 15, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Senin (27/6/2022).
Kapolsek Kotabaru, Ipda Muhammad Rizqi Anshori Nursyamsu, menjelaskan, kejadian itu bermula ketika mobil yang kemudikan Wahyu Arta Fauzan bersama dengan Albi Alfaqih serta anggota brimob yang melakukan pengawalan, Bharaka Tedi Witarna, berangkat menuju ATM BCA KCP Cikampek.
"Seusai melakukan pengisian uang di ATM BRI Parakan Tirtamulya. Mereka menuju Cikampek. Kendaraan milik PT Advantage," kata Anshori kepada Tribun Jabar, Senin.
Kemudian, kata Anshori, sesampai di tempat kejadian di wilayah Jembatan Bakan Tambun, tepatnya pada pukul 03.00 WIB, mobil kehilangan kendali dan menabrak pagar pembatas jembatan sehingga terjun ke sungai.
Foto : Kondisi mobil boks pengangkut uang yang tercebur di Bendung Tarum Timur (BT) 15, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Senin (27/6/2022). (Dok. Polsek Kotabaru)
"Kendaraan yang tenggelam merupakan milik PT Advantage (jasa pengisian uang ke ATM) . Nilai uang yang ikut tenggelam belum dapat ditentukan, rencana oleh PT Advantage akan dilakukan penghitungan, " katanya.
Sejumlah penumpang yang berada di dalam mobil tersebut pun berhasil selamat.
Mobil baru bisa dievakuasi pada pukul 16.20 WIB.
"Seluruh penumpang mengalami luka ringan. Untuk kendaraan mobil Advantage yang sudah dievakuasi digeser ke Kantor PT Advantage Karawang," katanya.
Tips Mengendarai Mobil dengan Aman
Menurut Hariadi, Asst. To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berkendara juga harus diimbangi dengan peregangan otot dan postur tubuh yang benar, baik untuk perjalanan jauh maupun dekat.
"Sebelum memulai perjalanan, pengendara harus mengatur posisi kursi mobil. Posisi duduk yang benar adalah badan tegak dan membentuk sudut 100 derajat," kata dia dalam keterangannya, Senin (1/11/2021).
Caranya, dengan mengatur posisi sandaran kursi agar berada pada posisi yang tepat namun tetap rileks, serta pastikan posisi tangan dan kaki tetap bebas bergerak ketika berkendara.
Letakkan punggung menempel dengan sandaran jok atau back rest agar tidak mudah letih. Selain itu, perhatikan juga jangkauan penglihatan mata ke area exterior mirror, interior mirror, maupun blind spot area dapat terpantau jelas.
Lalu, pastikan posisi headrest kursi sesuai dengan tinggi kepala pengemudi, dan pastikan posisi kepala tegak sejajar dengan bahu agar konsentrasi dan pandangan ke arah depan kendaraan tidak terganggu.
"Tinggi headrest yang tepat dapat melindungi kepala dan leher pengendara apabila terjadi benturan keras akibat kecelakaan," ujar Hariadi.
Ketiga, perhatikan juga posisi tangan agar tetap bebas bergerak dan rileks. Ketika memegang kemudi, baiknya ibu jari berada di luar genggaman 4 jari agar terhindar dari cedera ketika menggenggam lingkar kemudi secara penuh.
Foto : ilustrasi mengemudi mobil. (istimewa)
Posisi tangan ketika menggenggam lingkar kemudi juga dianjurkan pada posisi arah pukul 9 dan arah pukul 3. Selalu gunakan kedua tangan ketika memegang lingkar kemudi untuk menjaga refleks bermanuver dan juga demi keselamatan.
"Posisi kaki juga harus disesuaikan dengan kenyamanan pengendara, karena posisi kaki yang tepat akan mencegah nyeri lutut setelah berkendara jarak jauh. Posisi kaki tidak boleh terlalu menekuk maupun terlalu lurus," ujar dia.
Kemudian kendalikan tinggi atau rendahnya kursi sesuai dengan postur tubuh, dan pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.
Jika mobil tidak memiliki kontrol tersebut, pengendara dapat menggunakan bantal untuk menjaga pinggul setinggi lutut. Hindari kebiasaan kaki kiri menempel pada permukaan pedal kopling apabila sedang tidak digunakan, agar fungsi kopling dapat selalu berfungsi dengan baik.
Terakhir, sebelum melaukan perjalanan jauh dan duduk terlalu lama, lakukan perenggangan otot. Hal ini agar peredaran darah lancar dan pengendara tidak merasa kelelahan.
"Peregangan otot dapat dilakukan setiap 2-3 jam sekali ketika badan sudah terasa pegal atau kurang nyaman selama berkendara," kata Hariadi.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dan sebagian Kompas.com