Pilpres 2024

Kata Pengamat Soal Hubungan Cak Imin dan Keluarga Gus Dur yang Bisa Pengaruhi Suara PKB

Perseturuan antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid kembali memanas.

Kolase Kompas.com/Surya.co.id
Yenny Wahid dan Cak Imin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hubungan Cak Imin dan Yenny Wahid yang kembali memanas dinilai pengamat bisa pengaruhi raihan suara PKB di Pemilu 2024.

Pengamat menilai saat ini perseturuan Cak Imin bukan saja terjadi dengan keluarga Gus Dur tapi juga kepada PBNU.

Perseturuan antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan putri Gus Dur, Zaanuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid kembali memanas.

Baca juga: Sosok yang Cocok Dampingi Puan Maharani di Pilpres 2024, Pengamat Politik: Tergantung PDIP

Baca juga: Survei Terbaru Elektabilitas Capres 2024, Puan Maharani Meningkat Dekati AHY, Prabowo?

Ketum Cak Imin
Ketum Cak Imin (Kompas.com/Antara Foto Reno Esnir)

Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, konflik itu bisa mempengaruhi raihan suara PKB di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Pasalnya, Adi melihat saat ini perseturuan Cak Imin bukan saja terjadi dengan keluarga Gus Dur, juga terhadap PBNU yang diketuai Yahya Cholil Staquf yang notabenenya adalah orang dekat Gus Dur.

"Sedikit banyak pasti berpengaruh.

Karena PKB saat ini terlihat seteru dengan PBNU dan keluarga Gus Dur sekaligus," kata Adi saat dihubungi Tribun, Kamis (23/6/2022).

Adi mengatakan konflik antara Cak Imin dengan keluarga Gus Dur adalah luka lama yang tak ada obatnya.

Dengan kata lain, islah politik Cak Imin dengan keluarga Gus Dur tak pernah terjadi.

"Saling serang Yenny dan Cak Imin menjadi babak baru perseteruan keduanya.

Momentumnya pas jelang pilpres dan di saat PKB mulai berjarak dengan PBNU," ujarnya.

Sebelumnya, Yenny Wahid, menyentil langsung Ketua Umum PKB Muhaimn Iskandar atau Cak Imin.

Yenny mengimbau agar politisi yang hasil survei elektabilitas tidak terlalu mengangkat, tidak perlu ngotot mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Tak usah terlalu ngotot," ujar Yenny saat berkunjung ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu, 22 Juni 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved