Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Rusia dan Ukraina

Wilayah Donbas Dihancurkan, Presiden Ukraina Minta Barat Segera Kirimkan Senjata Berat

Presiden Ukraina meminta negara Barat segera mengirimkan pasokan senjata berat. Senjata berat tersebut akan digunakan untuk melawan Rusia.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
AFP
Update Perang Rusia Ukraina: Pasukan Zelensky Hancurkan Gudang Peluru Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Negara Barat didesak segera mengirimkan senjata perang ke Ukraina untuk melawan Rusia.

Hal ini diminta langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.

Pasalnya, serangan altileri dan serangan udara Rusia ditujukan untuk menghancurkan seluruh wilayah Donbas.

Di bidang diplomatik, para pemimpin Eropa pada Kamis (23/6/2022) secara resmi akan menempatkan Ukraina di jalan panjang menuju keanggotaan Uni Eropa pada pertemuan puncak di Brussels, Belgia. 

Meskipun sebagian besar simbolis, langkah itu akan membantu mengangkat moral Ukraina setelah empat bulan konflik berdarah yang telah menewaskan ribuan orang, jutaan orang mengungsi, dan kota-kota hancur.

"Kita harus membebaskan tanah kita dan mencapai kemenangan, tetapi lebih cepat, jauh lebih cepat," kata Zelenskyy dalam pidato video yang dirilis Kamis pagi, mengulangi tuntutan Ukraina untuk senjata yang lebih besar dan lebih cepat.

Baca juga: Sosok Tak Terduga Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDI-P Tak Tutup Kemungkinan Ada Kejutan

Baca juga: Terkait Masalah di Tubuh Persmin, Sanny Posumah: Jangan Hanya Sebatas Janji Kampanye!

"Ada serangan udara dan artileri besar-besaran di Donbas. Tujuan penjajah di sini tidak berubah, mereka ingin menghancurkan seluruh Donbas selangkah demi selangkah," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

"Inilah mengapa kami berulang kali menekankan percepatan pengiriman senjata ke Ukraina. Yang dibutuhkan dengan cepat adalah keseimbangan di medan perang untuk menghentikan armada jahat ini dan mendorongnya keluar dari perbatasan Ukraina," imbuh dia.

Dalam indikasi bahwa pertempuran untuk Donbas menjadi lebih sulit, TASS mengutip separatis pro-Moskow, Rusia telah merebut sebagian besar Vovchoyarivka, sebuah desa sekitar 12 km barat daya Kota Lysychansk. Jika benar, Lysychansk akan berisiko lebih besar untuk diduduki.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan konferensi pers di Istana Mariinsky di Kyiv, pada 16 Juni 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan konferensi pers di Istana Mariinsky di Kyiv, pada 16 Juni 2022. (Ludovic Marin/Pool/AFP)

Saat perang sengit berkecamuk di Donbas, pasukan Rusia kembali menggempur kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, di dekat perbatasan Rusia.

Serangan Rusia pada Selasa (21/6/2022) dan Rabu (22/6/2022) di Kharkiv adalah yang terburuk selama berminggu-minggu di daerah yang sebetulnya kehidupan normal telah kembali sejak Ukraina mendorong pasukan Moskow bulan lalu.

Kyiv menandai serangan itu, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang, sebagai upaya untuk memaksa Ukraina menarik sumber daya dari medan perang utama di Donbas untuk melindungi warga sipil.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu Kalau Cara-cara Seperti ini Bisa Bikin Orang Cepat Tidur Nyenyak, Dijamin Pulas

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pukul 05.45 WIB, 2 Orang Penumpang Tewas, Mobil Pikap Tabrakan dengan Truk

"Tidak ada penghentian dalam penembakan warga sipil oleh penjajah Rusia," kata Oleh Synehubov, Gubernur Kharkiv, menulis di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dilansir Reuters. 

"Ini adalah bukti bahwa kita tidak bisa mengharapkan skenario yang sama seperti di Chernihiv atau Kyiv, dengan pasukan Rusia mundur di bawah tekanan," imbuhnya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Tandingi Rusia, Presiden Ukraina Minta Barat Percepat Pengiriman Senjata Berat.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved