Konflik Rusia dan Ukraina
Wilayah Donbas Dihancurkan, Presiden Ukraina Minta Barat Segera Kirimkan Senjata Berat
Presiden Ukraina meminta negara Barat segera mengirimkan pasokan senjata berat. Senjata berat tersebut akan digunakan untuk melawan Rusia.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Negara Barat didesak segera mengirimkan senjata perang ke Ukraina untuk melawan Rusia.
Hal ini diminta langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Pasalnya, serangan altileri dan serangan udara Rusia ditujukan untuk menghancurkan seluruh wilayah Donbas.
Di bidang diplomatik, para pemimpin Eropa pada Kamis (23/6/2022) secara resmi akan menempatkan Ukraina di jalan panjang menuju keanggotaan Uni Eropa pada pertemuan puncak di Brussels, Belgia.
Meskipun sebagian besar simbolis, langkah itu akan membantu mengangkat moral Ukraina setelah empat bulan konflik berdarah yang telah menewaskan ribuan orang, jutaan orang mengungsi, dan kota-kota hancur.
"Kita harus membebaskan tanah kita dan mencapai kemenangan, tetapi lebih cepat, jauh lebih cepat," kata Zelenskyy dalam pidato video yang dirilis Kamis pagi, mengulangi tuntutan Ukraina untuk senjata yang lebih besar dan lebih cepat.
Baca juga: Sosok Tak Terduga Megawati Soekarnoputri, Sekjen PDI-P Tak Tutup Kemungkinan Ada Kejutan
Baca juga: Terkait Masalah di Tubuh Persmin, Sanny Posumah: Jangan Hanya Sebatas Janji Kampanye!
"Ada serangan udara dan artileri besar-besaran di Donbas. Tujuan penjajah di sini tidak berubah, mereka ingin menghancurkan seluruh Donbas selangkah demi selangkah," ujarnya, seperti dikutip Reuters.
"Inilah mengapa kami berulang kali menekankan percepatan pengiriman senjata ke Ukraina. Yang dibutuhkan dengan cepat adalah keseimbangan di medan perang untuk menghentikan armada jahat ini dan mendorongnya keluar dari perbatasan Ukraina," imbuh dia.
Dalam indikasi bahwa pertempuran untuk Donbas menjadi lebih sulit, TASS mengutip separatis pro-Moskow, Rusia telah merebut sebagian besar Vovchoyarivka, sebuah desa sekitar 12 km barat daya Kota Lysychansk. Jika benar, Lysychansk akan berisiko lebih besar untuk diduduki.
Saat perang sengit berkecamuk di Donbas, pasukan Rusia kembali menggempur kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, di dekat perbatasan Rusia.
Serangan Rusia pada Selasa (21/6/2022) dan Rabu (22/6/2022) di Kharkiv adalah yang terburuk selama berminggu-minggu di daerah yang sebetulnya kehidupan normal telah kembali sejak Ukraina mendorong pasukan Moskow bulan lalu.
Kyiv menandai serangan itu, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang, sebagai upaya untuk memaksa Ukraina menarik sumber daya dari medan perang utama di Donbas untuk melindungi warga sipil.
Baca juga: Tak Banyak yang Tahu Kalau Cara-cara Seperti ini Bisa Bikin Orang Cepat Tidur Nyenyak, Dijamin Pulas
Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pukul 05.45 WIB, 2 Orang Penumpang Tewas, Mobil Pikap Tabrakan dengan Truk
"Tidak ada penghentian dalam penembakan warga sipil oleh penjajah Rusia," kata Oleh Synehubov, Gubernur Kharkiv, menulis di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dilansir Reuters.
"Ini adalah bukti bahwa kita tidak bisa mengharapkan skenario yang sama seperti di Chernihiv atau Kyiv, dengan pasukan Rusia mundur di bawah tekanan," imbuhnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Tandingi Rusia, Presiden Ukraina Minta Barat Percepat Pengiriman Senjata Berat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/update-perang-rusia-ukraina-pasukan-zelensky-hancurkan-gudang-peluru-rusia.jpg)