Pantas Kangkung Ilegal di Amerika Serikat, Ternyata Ini Sebabnya
Kangkung menjadi ilegal di Amerika Serikat sejak 1973 bermula dari negara bagian Florida.
Salah satu dampak dari alasan kenapa kangkung dilarang di Amerika adalah munculnya pasar gelap sayuran tersebut.
Para penjual mendapatkan kangkung dari petani ilegal, dan orang-orang juga membelinya secara ilegal.
Dikutip dari NPR (27/3/2022), untuk mengontrol budidaya kangkung negara bagian seperti Florida dan Texas menerapkan aturan ketat.
Di Florida misalnya, kangkung harus ditanam di rumah kaca, dipanen sebelum tunas menyebar, dan semua pengemasan harus dilakukan di lokasi.
Sementara itu di negara bagian Georgia, NPR melaporkan bahwa kangkung selangkah lagi akan dilegalkan budidayanya.
Komisaris Pertanian Georgia, Gary Black, mengatakan bahwa negara bagiannya sudah menyetujui impor kangkung, karena jika dibudidaya sendiri akan berbahaya bagi saluran air.
"Ini tanaman yang jangan sampai keluar ke alam liar karena bisa mendatangkan malapetaka," terangnya.
Akan tetapi berkembangnya komunitas Asia di Amerika Serikat membuat permintaan kangkung terus meningkat seiring naiknya minat pada makanan Asia.
Di Georgia misalnya, selama 10 tahun terakhir populasi orang Asia tumbuh 52 persen Kathy Kuzava presiden Asosiasi Industri Makanan Georgia memaparkan, semakin banyak orang Asia yang masuk ke negara bagian itu, maka komoditas dagang juga perlu berubah.
"Coba pikirkan, bagaimana kalau orang (Amerika) Selatan tidak boleh minum teh manis, atau komunitas Hispanik dilarang membeli tortilla.
Di masyarakat Vietnam, di kalangan orang Asia Tenggara, kangkung sangat penting untuk diet mereka," terangnya.
Itulah alasan kenapa di Amerika tidak boleh makan kangkung, tetapi seiring berubahnya zaman, aturan pun bisa berubah.
Di Georgia misalnya yang sudah membolehkan toko-toko menjual kangkung secara legal. (*)
Like and Subscribe :
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/begini-upaya-dinas-pertanian-tingkatkan-sdm.jpg)