Berita Heboh
Kronologi Ahmad Solihin Bobotoh Persib Bandung yang Tewas Berdesakan Mau Nonton Persib VS Persebaya
Keluarga korban, Agil Hamzah menceritakan kronologi Ahmad Solihin yang ingin menyaksikan pertandingan Persib vs Persebaya.
Seusai mengunggah cuitan tersebut, akun tersebut juga sempat membalas pertanyaan dari para Bobotoh lainnya di kolom komentar.
"Untuk jelasanya maaf gabisa dibales satu persatu, tapi itu valid di depan mata aku sendiri dan aku sendiri oge kagulung. Hampura. Tapi kalo jika match ini menang, jujur. KEMENANGAN INI GA SEBANDING SAMA NYAWA. NUHUN PERSIB," imbuhnya membalas pertanyaan beberapa Bobotoh lainnya.

Pada slide, juga terdapat video lautan Bobotoh yang memadati salah satu pintu masuk Stadion GBLA.
Di sisi lain, tak ingin kabar ini menyeruak tanpa bukti akurat, salah satu tokoh Bobotoh mencoba mengklarifikasi dengan menunggu penyelidikan rekan-rekannya di lapangan.
Berikut isi cuitan tanggapan Eko Maung yang juga disertakan ici capture percakapan whatsaap dengan salah satu rekannya yang diprediksi tengah menyelidiki ungkapan salah satu oknum Bobotoh tersebut.
"sementara ini kabar terbaru dari laporan saya, tadi bapaknya nelepon info dari mana, jika terbukti HOAX akan diproses....tapi saya bilang jangan langsung nyari sumber info, lebih baik pastikan dulu infonya...namanya info lebih baik benar2 pastikan siapa tau petugas miss info jg," tulis Eko Maung.
Tak berselang lama, Eko Maung kembali mengupdate kabar terbaru terkait cuitan salah satu Bobotoh yang mengabarkan ada korban jiwa di laga Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya.
"kabar terbaru: masih belum ada info terkait korban jiwa info dari twitter sudah saya sampaikan juga, terlacak atas nama: firdan seftiadi andai benar menyaksikan korban tewas maka akan menjadi saksi andai tidak terjadi akan diproses sebagai penyebar HOAX nuhun, mari berdoa," imbuh Eko.
Selain itu, Eko Maung juga menjelaskan siapa yang bakal bertanggung jawab andai apa yang dicuitkan salah satu oknum Bobotoh itu benar adanya.
"barusan ditelepon @PRFMnews, ditanya kalo ada apa2 siapa yang kena? saya jawab: yang kena ya panpel, dijerat pake KUHP pasal kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang (meninggal dunia) konstruksi pasal ini seperti kejadian digedung majestik braga, ada yg meninggal," tulis update informasi Eko Maung.
Hingga berita ini dikeluarkan belum ada pernyataan resmi dari panitia penyelanggara maupun Persib Bandung selaku tuan rumah.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul KRONOLOGI Bobotoh Persib Asep Ahmad Meninggal, Keluarga Didatangi 12 Polisi, Lalu Temui Umuh Muchtar
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id