PDIP
Sekolah Partai PDIP, Steven Kandouw Cs Tidur di Barak, Hingga Sarapan Bareng Gibran Rakabuming
Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw hadir. Total di Sulut, ada 23 Kader PDI Perjuangan yang berstatus kepala dan wakil kepala daerah.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Handhika Dawangi
Dua tokoh itu duduk saling bertukar pikiran di atas meja makan. Bersama dalam satu meja Wali Kota Manado Andrei Angouw, Bupati Sitaro Evangelin Sasingen, Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena.
Di sesi lanjutan Sekolah Partai, Jumat (17/6/2022), para peserta juga mendapat pengarahan materi dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Sesi itu juga dimoderatori oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang juga Bendahara Umum DPP PDIP.
Sehari sebelumnya disaksikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, para kepala dan wakil kepala daerah meneken Surat Penyataan Kebulatan Tekad.
Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw pun menandantangani Pernyataan Kebulatan Tekad. Bersama di jajaran Gubernur hadir juga Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
Salah satu isi pernyataan tersebut adalah berperan proaktif untuk mencegah dan/atau memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela.

Lalu di poin berikutnya, para kepala PDI-P ini menyatakan tidak membuat janji dan/atau menerima janji apapun secara Iangsung atau tidak Iangsung dari pihak manapun sehubungan dengan kewenangan dan/atau jabatan yang dimiliki. Total ada 12 Poin pernyataan.
Adapun DPP PDIP menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala/Wakil Kepala Daerah di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2022).
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri selalu meminta kader PDIP agar tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
PDIP berkomitmen untuk memutus mata rantai KKN. PDIP secara berkala mengadakan sekolah partai bagi calon kepala daerah maupun anggota DPR.
Kegiatan sekolah partai tersebut juga melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan institusi penegak hukum lainnya. Djarot mengaku telah menerima jawaban, penyebab kader partai politik (parpol) terjerat kasus korupsi. (ryo)