Reshuffle Kabinet
Dianggap Nyalinya Besar, Nasib Minyak Goreng Kini di Tangan Zulkifli Hasan
Persoalan minyak goreng berada di balik isu reshuffle Menteri Perdagangan Muhammad Lutfhi. Dia kini digantikan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional
Zulhas pun menyatakan, persoalan kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng akan menjadi prioritasnya setelah dilantik sebagai menteri.
Ia ingin persoalan tersebut cepat teratasi agar masyarakat tidak terlalu lama menderita.
"Saya Insya Allah dengan sama-sama teman-teman bisa cepat menyelesaikan, terutama minyak goreng. Ketersediaannya ada, harga terjangkau. Kalau berlama-lama kan kasian rakyatnya, itu saya kira prioritas," kata Zulhas.
Ia mengatakan, akan bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan minyak goreng, termasuk Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang sudah ditugaskan khusus oleh Presiden Joko Widodo.
"Ya semua pihak yang terkait tentu, enggak mungkin sendiri. Itu kan kerjaan besar ya. Tapi kalau sudah ketemu formulanya, saya kira mudah ya," kata Zulhas.
Ia pun meyakini memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin Kementerian Perdagangan.
Sebab, ia pernah menjabat Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua MPR periode 2014-2019, dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR.
Akan tetapi, Zulhas meminta waktu terlebih dahulu agar dapat mempelajari persoalan minyak goreng sebelum mengambil kebijakan terkait masalah tersebut.
"(Mohon) saya dikasih kesempatan, (saya) mau belajar, belajar cepat karena pengalaman saya 20 tahun," kata Zulhas.
Zulkifli Hasan Bernyali Besar
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menilai, penunjukkan Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi sebagai anomali besar abad ini.
Anis Matta menilai penunjukan Zulkifli Hasan sebagai menteri perdagangan akan menjadi pertaruhan besar bagi reputasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang berakhirnya masa jabatannya pada 2024 mendatang.
Keberhasilan dan kegagalan Jokowi nantinya juga akan ditentukan oleh Zulkifli Hasan.
Anis Matta menyampaikan pendapat tersebut di acara diskusi Gelora Talks bertajuk "Kapan dan Bagaimana Akhir Perang Rusia-Ukraina? Apa Dampaknya terhadap Ekonomi Dunia?, Rabu (15/6/2022).
"Saya ingin katakan, Pak Zulkifli Hasan berani bener menjadi Menteri Perdagangan. Ini seperti menggenggam bara api, karena bukan masalah sederhana. Tapi saya salut atas nyalinya Pak Zulkifli Hasan berani menggenggam bara api," kata Anis Matta.