Seputar TNI
Pantas Jenderal Andika Turun Tangan Dalami Kematian Sertu Bayu, Ternyata Cium Gelagat Mencurigakan
Sertu Bayu diduga dianiaya oleh dua perwira berpangkat letnan satu (lettu) dan letnan dua (letda) ketika bertugas di Timika, Papua.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kalau sampai pemimpin sudah turun tangan berarti ada yang sedang tidak baik-baik saja.
Hal inilah yang terjadi di lingkup TNI.
Ya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kini turun tangan dan menaruh perhatian serius terhadap tewasnya Sertu Marctyan Bayu Pratama.
Diketahui Sertu Bayu tewas diduga dianiaya oleh dua perwira TNI saat bertugas di Timika, Papua.
Kejadian ini pun seolah tak 'diperhatikan'.
Jenderal Andika Perkasa mencium gelagat, ada yang sengaja melambatkan proses penyelidikan.
Sertu Bayu diduga dianiaya oleh dua perwira berpangkat letnan satu (lettu) dan letnan dua (letda) ketika bertugas di Timika, Papua.
Ia meninggal pada 8 November 2021.
“Kalau saya sinyalir ada bukti cukup kuat adanya kesengajaan melambat-lambatkan atau bahkan tidak membuka secara terang, maka saya berikan konsekuensi,” kata Andika usai rapat bersama Komisi I di DPR RI, Jakarta, Senin (6/6/2022).
(Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Istimewa)
Kendati demikian, ia memastikan bahwa proses hukum terhadap penanganan kasus ini harus terus berjalan.
Bahkan, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu berjanji mengawal langsung kasus tersebut.
“Saya janji, saya akan kawal seperti halnya kasus hukum yang sudah terjadi kemarin,” ucap dia.
Andika menjelaskan, pihak polisi militer sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Oditurat Militer Jayapura pada 13 Desember 2021.