Kasus Pengeroyokan
Anak Pejabat Bank Dikeroyok, 2 Oknum Polisi Diduga Terlibat Akan Jalani Sidang Kode Etik Polri
Terjadi kasus penganiayaan di Holywings, Sinduadi, Mlati, Sleman, Jogja pada Sabtu lalu.
Lalu, C memanggil temannya berinisial L yang kemudian mengumpulkan security, preman, dan tukang parkir untuk memprovokasi Bryan Yoga.
"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang, dan ada juga oknum polisi yang terlibat," kata Anung.
Setelah keadaan agak kondusif, Bryan Yoga dan Albert diberikan jalan tengah menyelesaikan masalah dengan C dan L di Polres Sleman.
Namun, kata Anung, saat di Polres, Bryan Yoga dan Albert malah terus mendapatkan siksaan dan pukulan.
Dikatakannya, Albert sempat meminta pertolongan kepada polisi lain yang berada di Polres.
Akan tetapi, mereka tidak memberikan pertolongan.
Saat itu, identitas beserta handphone milik Bryan Yoga dan Albert disita oleh pihak kepolisian.
"Pihak keluarga tidak mengetahui peristiwa ini sampai ada pemberitahuan dari Albert pada pukul 07.00 WIB hari Sabtu bahwa Bryan sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sleman," ungkapnya.

Foto : Ilustrasi pengeroyokan. (Handover)
Sempat Tertabrak Mobil
Masih dari Kompas.com, polisi menyebut Bryan Yoga sempat melarikan diri ke arah luar Polres Sleman.
Kapolres Sleman mengatakan, saat kabur, Bryan Yoga sempat tertabrak mobil di depan Polres Sleman.
Hal itu diketahui setelah pihak kepolisian meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Dari keterangan saksi yakni dua rekan korban, awalnya pada Sabtu sekitar pukul 01.30 WIB, korban berada di Kafe Holywings Yogya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-0090909.jpg)