Thailand Berencana Akan Hapus Aturan Bebas Masker Mulai Pertengahan Bulan Juni

Sekretaris Kementerian Kesehatan Thailand, Kiattiphum Wongrajit, menyampaikan bahwa Thailand berencana mencabut aturan wajib memakai masker.

shutterstock.com/Nott+Sutthipong
Thailand Ganti Nama Ibu Kota, Bangkok Diganti Krung Thep Maha Nakhon. 

KOMPAS.com - Sekretaris Kementerian Kesehatan Thailand, Kiattiphum Wongrajit, menyampaikan bahwa Thailand berencana mencabut aturan wajib memakai masker mulai pertengahan Juni tahun ini.

Dalam konferensi pers di Hotel Diamond Plaza, Thailand selatan, Selasa (24/5/2022), Kiattiphum menjelaskan, pihak kementerian sedang mempertimbangkan untuk mencabut aturan wajib masker karena situasi pandemi Covid-19 Thailand yang kian membaik.

Kendati aturan wajib masker dicabut, kementerian tetap menganjurkan masyarakat untuk mengenakan masker saat kondisi tertentu, dikutip dari The Thaiger dari Matichon, Selasa (31/5/2022). 

Baca juga: Hasil FIFA Matchday Indonesia vs Bangladesh Berakhir Sama Kuat, Thailand Benamkan Hongkong

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Kamis 2 Juni 2022, Aries Kehilangan Kekasih, Gemini Jangan Berbohong

Di antaranya jika sedang terinfeksi Covid-19 dan berada dalam kelompok berisiko tinggi, lalu saat berada di ruang tertutup dan kurang ventilasi, serta di tempat ramai.

Adapun pencabutan aturan wajib masker dapat menjadi peran penting bagi pemulihan industri pariwisata Thailand.

Para wisatawan dinilai kerap enggan bepergian karena merasa berisiko terkena masalah jika tidak mengenakan masker, terutama di ruang terbuka seperti pantai.

Apalagi sebelumnya, menolak memakai masker bisa membuat seseorang didenda 20.000 baht (sekitar Rp 8,5 juta) di Negeri Gajah Putih ini. 

Pada konferensi tersebut, kementerian juga menegaskan kembali bahwa Thailand berencana untuk menyatakan Covid-19 sebagai penyakit endemik dalam beberapa bulan mendatang. 

Terkait kabar bahwa mandat masker Thailand bisa dicabut mulai bulan depan, Kiattiphum kemudian menyampaikan klarifikasi bahwa kebijakan ini hanya dapat berlaku di area tertentu.

Ia menambahkan, aturan bebas masker adalah salah satu pilihan, tetapi akan ada beberapa pengecualian jika hal ini terjadi.

Kebijakan wajib masker hanya dapat dicabut di daerah dengan tingkat infeksi rendah dan saat  sebagian besar orang telah divaksinasi penuh, sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post, Kamis (26/5/2022). 

Pihak Kementerian kesehatan Thailand menyatakan, bagi kelompok berisiko tinggi tertentu, termasuk mereka yang berusia di atas 60 tahun, orang dengan kondisi penyakit bawaan, dan ibu hamil, mungkin masih perlu menggunakan masker dalam situasi tertentu.

Aturan ini juga berlaku untuk semua orang di ruangan yang cukup ramai. 

Menurut Taweesap Siraprapasiri dari Departemen Pengendalian Penyakit, kebijakan masker pada awalnya hanya dapat dicabut di 31 provinsi, termasuk 14 provinsi "zona hijau" yang baru diklasifikasikan dan 17 provinsi "zona biru" pariwisata, termasuk Bangkok, Phuket, Krabi, Chiang Mai, dan Chon Buri.

Selain itu, setidaknya 60 persen dari populasi perlu divaksinasi lengkap, termasuk setidaknya telah mendapatkan satu dosis booster.

Pejabat kesehatan juga mendorong penduduk yang belum menerima vaksin booster untuk lapor untuk divaksinasi, terutama jika mereka termasuk dalam kelompok berisiko tinggi.

Sementara itu, Dr Prasit Watanapa dari Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol di Rumah Sakit Siriraj mengatakan, Thailand berpotensi membatalkan Thailand Pass untuk kedatangan wisatawan asing mulai 1 Juni, jika syarat vaksin telah diperluas di seluruh wilayah negara tersebut. 

Artikel telah tayang di: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved