Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BBM Pertalite

Pengguna Pertalite Bakal Dilarang untuk Mobil Mewah, DPR Sindir Orang Kaya, Konsumen Protes

Terkait penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Diketahui harga BBM jenis pertamax tengah mengalami kenaikan harga.

Editor: Glendi Manengal
Tribun Manado/Handhika Dawangi
Ilustrasi BBM jenis Pertalite 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Diketahui harga BBM jenis pertamax tengah mengalami kenaikan harga.

Terkait hal tersebut banyak yang beralih ke BBM jenis pertalite.

Baca juga: Istri Ridwan Kamil Pamit, Tulis Pesan Haru Untuk sang Anak: Ril, Mama Pulang Dulu Ya ke Indonesia

Baca juga: Pemkab Minsel Manfaatkan Limbah PLTU Amurang untuk Bangun Sarana Publik dan Rumah Ibadah

Baca juga: Sosok Citra Anidya DJ Cantik yang Luluhkan Hati Chef Juna Walau Beda 15 Tahun, Disebut Sudah Menikah

Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sedang menyiapkan aturan perihal pembelian Pertalite

Aturan baru itu akan menentukan penggunaan Pertalite sebagai bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan.

Nantinya kendaraan yang masuk dalam kategori mewah dilarang membeli bensin jenis Pertalite yang memiliki Research Octane Number (RON) 90.

Pemerintah saat ini sedang melakukan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Mendengar hal itu, Andi, salah satu pengguna mobil yang berkapasitas 2.000 cc tidak setuju rencana pemerintah melarang mobil mewah beli bahan bakar minyak (BBM) RON 90 atau Pertalite.

"Pemerintah ini senangnya susahin rakyatnya."

"Harga Pertamax dinaikkan, sekarang mau dilarang beli Pertalite," ujar Andi, Kamis (2/6/2022).

Andi mengaku, sebelumnya menggunakan Pertamax 92 saat harganya masih Rp 9.000 per liter.

Tetapi setelah naik menjadi Rp 12.500 per liter, ia beralih ke Pertalite yang harganya Rp 7.650 per liter.

"Selisihnya terpaut jauh, belum lagi kami bayar pajak yang naik juga, kebutuhan pokok harganya pun naik. Jadi beli BBM yang terjangkau," paparnya.

Andi pun meminta pemerintah seharusnya mencari solusi lain menyikapi naiknya harga minyak dunia, jangan hanya mengambil jalan pintas dengan menaikkan harga BBM di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok dan lainnya.

"Kalau bahan pokok murah, pajak murah, dan biaya lainnya murah. Tidak masalah harga Pertamax naik, kami bisa tetap pakai Pertamax, kalau sekarang kan semua anggaran rumah tangga jadi membengkak semua," paparnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved