Berita Bitung
Pelaku Usaha Pelayaran Sambut Baik Rakor dan Sosialisasi KSOP Kelas II Bitung
Menurut Richard Salindeho persoalan saat ini berpotensi besar terjadinya kerusakan perairan laut di Kota Bitung dengan keberadaan sampah plastik
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tentang Dana Jaminan Ganti Rugi Pencemaran Minyak dari Kapal tahun 2022 digelar, Kamis (12/5/2022).
Dari unsur pelayaran umum menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Richard Salindeho dari PT Barkomindo Shipping, persoalan saat ini berpotensi besar terjadinya kerusakan perairan laut di Kota Bitung dengan keberadaan sampah plastik dan minyak di pelabuhan Bitung.
“Dengan adanya rakor dan sosialisasi sertifikasi ini, kami sebagai pelaku usaha pelayaran bisa diberikan kewajiban dan tanggung jawab untuk memelihara alam laut.
Karena selama ini pihaknya, sudah punya regulasi dan ditetapkan dalam rakor dan sosialisasi ini untuk jalankan sertifikasi ini dari KSOP Bitung,” kata Richard Salindeho, Kamis (2/6/2022).
Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tentang Dana Jaminan Ganti Rugi Pencemaran Minyak dari Kapal, tahun 2022 oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bitung, Kamis (12/5/2022).
Kepada para pemilik kapal, perwakilan perusahan pelayaran, pengguna jasa di lingkungan pelabuhan Bitung dan Manado.
Menurut Richard Salindeho, sebagai agen kapal akan menerapkan aturan dan regulasi ini kepada pemilik kapal.
Karena ini sifatnya harus dan wajib sebagai pelaku pelayaran wajib hukumnya menjaga lingkungan laut dari pencemaran minyak.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kantor KSOP Kelas II Bitung, Majumi Muaja aturan ini menjadi sangat penting, terutama apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kerugian pihak ketiga.
Sehingga pemerintah mewajibkan pemilik kapal untuk mendapatkan jaminan dari asuransi atau lembaga penjamin lainnya sebagai penanggung resiko apabila kecelakaan memang benar-benar terjadi.
Selanjutnya, untuk memastikan bahwa aturan ini telah dilaksanakan dengan benar oleh pemilik kapal, pemerintah mensyaratkan adanya sertifikat dana jaminan ganti rugi pencemaran sebagai izin untuk berlayar.
“Pelaksanaan kegiatan sosialisasi bermaksud untuk memberikan edukasi dan informasi tentang pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pemenuhan syarat dan ketentuan untuk kelaiklautan kapal.
Juga memberikan pemahaman kepada pemilik/operator ataupun agen kapal yang ada di pelabuhan bitung dan sekitarnya tentang dana jaminan ganti rugi pencemaran minyak dari kapal,” tutur Majumi Mamuaja.
Tujuan pelaksanaan kegiatan yakni meningkatkan pemahaman tentang manfaat dana jaminan ganti rugi pencemaran minyak dari kapal.
Selain itu mampu memahami dan mengimplementasikan seluruh persyaratan dan prosedur administrasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku terkait syarat yang harus dipenuhi oleh pemilik kapal dalam mengajukan permohonan untuk memperoleh sertifikat dana jaminan ganti rugi pencemaran kepada direktorat jenderal perhubungan laut.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (hadir fisik dan virtual) dibagi menjadi 3 sesi penyampaian materi oleh 3 narasumber yang dianggap relevan.
Sesi pertama narasumber dari seksi SHSK KSOP Bitung, dengan materi dana jaminan ganti rugi pencemaran minyak dari kapal.
Sesi kedua narasumber dari Ditkapel Dipl dengan materi SOP penerbitan sertifikat dana jaminan ganti rugi pencemaran.
Sesi ketiga narasumber dari tugu insurance dengan materi asuransi atau lembaga penjamin keuangan dana jaminan ganti rug pencemaran.
“Untuk narasumber pada sesi kedua dan ketiga akan disampaikan melalui zoom meeting,” tandasnya. (crz)
• Kesiapan Sulut United Jelang Liga 2 2022 Bakal Diuji PSM
• Yellow Notice Interpol Keluar, Seluruh Negara Anggota Siap Terjun Bantu Cari Emmeril di Sungai Aare
• Wagub Sulut Steven Kandouw Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting