Berita Nasional
Khawatir Kondisi Indonesia saat Ini, Megawati: Kalau Nanti Saya Sudah Tidak Ada, Bagaimana Ya
Terkait kondisi Indonesia saat ini membuat Megawati Soekarnoputri resah. Hal tersebut disampaikannya saat jadi pembicara disebuat seminar.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kondisi Indonesia saat ini membuat Megawati Soekarnoputri resah.
Hal tersebut disampaikannya saat jadi pembicara disebuat seminar.
Hingga khawatir kalau dirinya sudah tidak ada Indonesia gimana.
Baca juga: Kapolres Minsel Janji Proses Hukum Kasus Tarpok di Kelurahan Bitung Dipercepat
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 11.00 WIB, Seorang Santri Tewas, Korban Terpental Masuk Kolong Truk Pertamina
Baca juga: Gempa 5,9 SR Sore Ini Rabu 1 Juni 2022, Guncang di Darat, Info Lokasinya
Foto : Megawati dan Jokowi. (Instagram @IBUMEGAWATI)
Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri mengaku resah dengan kondisi Indonesia saat ini yang dinilai terlalu menikmati zona nyaman.
Sehingga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu khawatir dengan masa depan bangsa Indonesia.
Megawati yang menjadi pembicara kunci di Seminar Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) bertema 'Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta', awalnya mengungkapkan kebiasaan dirinya yang sering berdiskusi dengan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengenai kondisi bangsa.
"Saya suka baca, ngobrol sama sekjen saya. ini kok bangsaku kayaknya sudah terlalu nikmat dengan zona nyaman lho, To (kepada Hasto)," ujar Megawati dalam kegiatan yang disiarkan secara daring dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, Rabu, (1/6/2022).
Lalu ia ungkapkan rasa khawatirnya jika suatu hari dirinya sudah wafat dan tidak bisa lagi memberikan sumbangsih pemikiran untuk Indonesia.
"Aku sudah khawatir ae lho nanti suatu saat aku kalau sudah enggak ada terus piye yo? (saya sudah khawatir saja nanti kalau saya sudah tidak ada, lalu bagaimana ya?)," demikian lanjut Mega mengutip obrolannya bersama Hasto.
Dalam kesempatan itu, Mega pun mengingatkan jangan sampai Indonesia terseret arus dunia.
Sehingga sudah selayaknya terus berkehidupan dengan berlandaskan ideologi Pancasila.
"Jangan kita melupakan Pancasila hanya gara-gara dibuat Bung Karno," tegasnya.
Megawati juga meminta para rektor agar memperhatikan kurikulum yang bisa menjaga pelaksanaan ideologi Pancasila.