Human Interest Story

Masrani Keliling Indonesia dengan Sepeda Ontel, Misi untuk Cari Obat Sembuhkan Anak Perempuannya

Inilah kisah seorang pria bernama Masrani.Berkeliling Indonesia menggunakan sepeda ontel. Keliling Indonesia selama 22 tahun. 

Tangkap layar kanal YouTube Tribun Kalteng Video
Foto Masrani, pria yang sudah keliling Indonesia selama 22 tahun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah kisah seorang pria bernama Masrani.

Berkeliling Indonesia menggunakan sepeda ontel. 

Keliling Indonesia selama 22 tahun. 

Tujuannya untuk mencari obat, menyembuhkan anak perempuannya. 

Selama bertahun-tahun, ia menyusuri jalan diberbagai daerah untuk menjalankan misinya.

Masrani punya tujuan mencari obat sekaligus menambal jalan berlubang.

Masrani sendiri berasal dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Hingga pada akhir bulan Mei, perjalannya sampai di Mahir Mahar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Ia terlihat sibuk menimbun tanah di jalan berlubang.

Disekitarnya tempatnya melakukan pekerjaan tampak anaknya seorang perempuan yang mengalami sakit epilepsi sabar menunggu sang ayah sedang menutup jalan berlubang dengan tanah yang ada di pinggiran jalan.

Tak jauh dari lokasi dia mencangkul tanah dan menimbun jalan berlubang terlihat sepeda miliknya yang selama ini dibawanya berkeliling selama 22 tahun.

Masrani yang merupakan sosok lelaki berkulit coklat legam ini telah mengayuh sepeda berkeliling Indonesia, dia bahkan sudah menjelajahi di 14 Provinsi.

Itu dilakukannya selama 22 Tahun dengan tujuan anak perempuannya yang sakit Epilepsi dapat sembuh, dia ingin mencari obat untuk menyembuhkan anaknya.

Namun saat diperjalanan menjumpai jalan yang berlubang, dia tidak segan untuk mengambil tanah di sekitar lokasi untuk menutupnya, agar para pengendara tidak terjungkal jatuh.

Berbekal pacul dan ember dia mengambil tanah dan bergegas menutup lubang jalan. Semula jalan yang berlubang membahayakan pengendara, perlahan menjadi rata karena tumpukan tanah yang dibuat Masrani.

"Sebenarnya kami ini kegiatan keliling Indonesia dengan sepeda ontel itu. Saya senang lihat jalan tidak berlubang. Kasihan orang yang lewat, kita bantu lah," kata Masrani, Jumat (27/5/2022).

Pekerjaan menambal jalan berlubang tersebut dikerjakan Masrani dengan ikhlas, tidak meminta imbalan. Namun jika ada orang yang berbelas kasih dia menerimanya.

"Tujuannya membantu dan mencari pahala, takutnya kalau malam itu gelap. Pengendara laju bisa jatuh," ucapnya kepada Tribunkalteng.com.

Sementara itu selama 22 tahun kegigihan Masrani mencari obat anaknya yang terkena Epilepsi tak kunjung mendapat kesembuhan.

Dengan tatap mata merah sedikit kuning Masrani menuturkan suka duka selama puluhan tahun bergelut di jalanan dengan anak nomor duanya itu.

"Mendengar omongan orang yang menutup jalan ini, saya dibilang kayak orang gila orang bodoh. Omongan itu masuk telinga kiri keluar telinga kanan aja," tuturnya.

Menurutnya, orang justru berterimakasih dengan pekerjaannya yang menutup lubang jalan tersebut. Pengedara jadi lebih nyaman saat melintas, bukan malah menganggap rendah perbuatannya.

Dia punya prinsip, selama tidak merugikan orang lain dan yang dikerjakan bermanfaat baik untuk orang lain, dia akan mengerjakannya tidak peduli omongan orang lain yang mencacinya.

Ditengah terik matahari, baju Masrani basah kuyub kena keringat setelah menutup lubang jalan, bapak 2 orang anak ini tetap tegar di kerasnya kehidupan.

Dia akan terus melanjutkan perjalanan dengan sepeda nyentrik berbendera Indonesia dan dibokong seadanya bertulis 'belum sembuh luka hati ini karena cinta berduri, mencari cinta yang hilang'.

Berharap menemukan obat untuk kesembuhan putri nomor duanya. Entah kapan itu, Masrani memiliki keyakinan kelak anaknya akan sembuh. (*)

Telah tayang di:

Tribunnews.com , Tribunkalteng.com 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved