Berita Minut
Cerita Sadikun, Penjual Es Cendol di Perempatan Desa Kawiley Minut, Sekolahkan Cucu Hingga Sarjana
Kakek berusia 79 tahun ini adalah penjual es cendol di Perempatan Desa Kawiley, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Handhika Dawangi
Dikatakannya penghasilan setiap hari tidak menentu, kadang habis kadang tidak.
Paling banyak setiap hari penghasilannya belum dipotong bahan-bahannya Rp 150 ribu.
Namun, menariknya meskipun hanya penjual es cendol dan tinggal di sebuah gubuk tapi kedua cucu yang bersamanya boleh menempuh pendidikan di Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado, salah satu universitas populer di Sulut.
"Cucu satu yang tinggal bersama saya perempuan hari ini baru wisuda, sedangkan yang satu laki-laki sudah dua tahun kuliah, keduanya di Unsrat," ujar dia Rabu (25/5/2022).
Untuk, biayai studi kedua cucunya tidak terlalu berat karena ada beasiswa sejak SMA karena pandai.
"Selain beasiswa itu, biaya lainnya saya yang tanggung," ungkapnya.
Harapan, kedepannya agar supaya cucu-cucunya yang saat ini baru selesai kuliah dan sementara kuliah bisa dapat pekerjaan.
"Biar saya hanya orang susah, tapi apa yang saya rasakan sekarang tidak dirasakan oleh anak cucu-cucuku kedepannya," ungkapnya.(fis)