Berita Internasional

Media Internasional Kaitkan Penyakit Cacar Monyet dengan Perilaku Kaum LGBT, Lembaga PBB Protes

Lembaga ini menuding beberapa penggambaran orang Afrika dan LGBT yang 'memperkuat stereotip homofobia dan rasis serta memperburuk stigma'.

photocollage/wartakotalive.com/who
Media Internasional Kaitkan Penyakit Cacar Monyet dengan Perilaku Kaum LGBT, Lembaga PBB Protes 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wabah cacar monyet banyak menyebar di Eropa dan Amerika.

Badan kesehatan beberapa negara menyebut bahwa infeksi cacar monyet ini banyak menginfeksi kaum gay dan biseksual.

Ungkapan tersebut nyatanya menimbulkan kekhawatiran bagi komunitas LGBTQ di Montreal.

Baca juga: Pembangunan Food Court Pasar Bersehati Manado Masih Gunakan Baja Lama, Suwuh: Ini Sesuai Perencanaan

Baca juga: Putri Gubernur Anies Baswedan Dilamar, Siapa Calon Menantunya?

Kekhawatiran ini muncul lantaran risiko cap penyakit LGBTQ yang melekat pada cacar monyet.

Bagi Direktur eksekutif Pusat LGBTQ2+ Pulau Barat Montreal, David Hawkins, hal ini mengingatkannya pada stigma AIDS.

Program Gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV/AIDS (UNAIDS) memprotes liputan media internasional yang mengaitkan meluasnya wabah penyakit cacar monyet atau Monkeypox dengan perilaku kaum lesbian gay biseks dan transgender (LGBT) selama ini.

UNAIDS mengklaim liputan yang demikian membahayakan sebagian komunitas.

Lembaga ini menuding beberapa penggambaran orang Afrika dan LGBT yang 'memperkuat stereotip homofobia dan rasis serta memperburuk stigma'.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (24/5/2022), lebih dari 100 kasus yang dikonfirmasi atau diduga virus Monkeypox sejauh ini dilaporkan terjadi di hampir 20 negara.

Virus tersebut selama ini diketahui tidak pernah menjadi endemik. Sebagian besar kasus infeksi telah dilaporkan di Eropa, namun kasus yang dikonfirmasi dan dicurigai telah dilaporkan pula di Timur Tengah, Amerika Utara dan Australia.

Namun UNAIDS mengakui bahwa sebagian besar kasus Monkeypox baru-baru ini telah diidentifikasi diantara pria gay, biseksual, dan pria lain yang berhubungan seks dengan sesama pria.

Mereka menyatakan penularan virus cacar monyet kemungkinan besar melalui kontak fisik yang erat dengan penderita Monkeypox dan dapat mempengaruhi siapa saja.

"Stigma dan kesalahan, merusak kepercayaan dan kapasitas untuk merespons secara efektif selama munculnya wabah seperti ini," klaim Wakil Direktur Eksekutif UNAIDS, Matthew Kavanagh.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved