Human Interest Story
Perjuangan Hein, Jualan Kacang di Manado Demi Hidupi Keluarga, Puluhan Kali Tertabrak Kendaraan
Ditemui tribunmanado.co.id Senin (23/5/2022), ia tengah menjajakan kacang dagangannya pada pengemudi kendaraan yang melintas di sana.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Buta bukan berarti tak berdaya. Seperti dialami Hein (55). Dalam keadaan buta, Hein justru menjadi berkat bagi orang lain.
Hein menjual kacang di lorong jalan penghubung Jalan Samrat dan Pierre Tendean Manado.
Ditemui tribunmanado.co.id Senin (23/5/2022), ia tengah menjajakan kacang dagangannya pada pengemudi kendaraan yang melintas di sana.
"Terima kasih Tuhan Yesus memberkati," katanya pada pengemudi yang membayar tapi tak mau mengambil kacangnya.
Di awal wawancar, Hein menunjukkan dahinya yang punya banyak bekas luka.
"Ini luka ditabrak kendaraan atau pohon," kata dia.
Lebih banyak kasus Hein menabrak kendaraan. Selalu dahinya yang jadi korban.
"Mungkin sudah puluhan kali saya ditabrak kendaraan atau tabrak pohon, namun tak pernah sampai parah, Tuhan menolong saya," ujarnya.
Hein bercerita, ia buta sejak belasan tahun. Ia menduga karena kena getah pepaya.
"Saya ini dulu sering buat mi di bahu," kata dia.
Perlahan penglihatannya melemah. Ia buta total pada usia 17 tahun.
Namun Hein tak meratapi nasib. Ia bekerja layaknya orang biasa.
Dia menikah dan punya anak.
Awalnya ia jualan kacang di rumah makan. Kemudian dirinya jualan kacang dengan menetap di jalan.
"Saya ke sini dari rumah saya di Paal 4 pakai ojek, jualan dari jam 3 hingga jam 8 malam, sesudah itu ojek kembali ambil saya," katanya.