Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Sosok Ova Emilia, Rektor Perempuan Kedua di UGM Periode 2022-2027, Punya Jasa dalam Program KB

Ova Emilia pernah memperoleh penghargaan yaitu First Prize for Young Gynecologist Award pada 1998 dan SIDA Award di tahun 2006.

Istimewa/UGM
Sosok Ova Emilia, Rektor Perempuan Kedua di UGM Periode 2022-2027, Punya Jasa dalam Program KB 

Masih dikutip dari sumber yang sama, Ova Emilia pernah dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sekaligus menjabat sebagai Dekan FK-KMK sejak tahun 2016.

Ia merupakan sosok wanita yang lahir di Yogyakarta pada 19 Februari 1964.

Terkait riwayat pendidikannya, ia merupakan alumni UGM saat menempuh pendidikan sarjana dan menamatkannya pada tahun 1987.

Tak habis sampai di situ, Ova Emilia pun melanjutkan studinya untuk pendidikan master di University of Dundee, Skotlandia di tahun 1990.

Enam tahun berselang, ia menempuh pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di UGM pada  1996-2000.

Kemudian pada 2009, Ova Emilia menempuh pendidikan doktoralnya yaitu Clinical Teaching di University of New South Wales, Wales dan pendidikan dokter subspesialis di UGM.

Selain menjabat sebagai Dekan, Ova juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sejak tahun 2018.

Ia juga pernah memperoleh penghargaan yaitu First Prize for Young Gynecologist Award pada 1998 dan SIDA Award di tahun 2006.

Ova juga dikenal memiliki berbagai pengalaman menulis buku dan jurnal internasional, serta pengalaman membangun inovasi, advokasi, dan kebijakan.

Bahkan pada 2012-2020, ia membentuk kurikulum bagi dokter untuk pelayanan keluarga berencana (KB) yang menjadi model pelatihan yang diangkat secara nasional dan diterapkan di Fakultas Kedokteran di Indonesia.

Terkait terpilihnya dia sebagai rektor UGM, Ova memiliki sejumlah strategi dan program kerja seperti memperkuat pendidikan trandsdisiplin yang mendorong kewirausahaan sosial, kemandirian dan keberagaman.

Juga memperkuat pengabdian yang komprehensif dan berkesinambungan untuk penyelesaian permasalahan wilayah dengan melibatkan sivitas akademika dan alumni, dan memperkuat atmosfer kampus yang sehat, ramah lingkungan, berbudaya, dan bertanggung jawab secara sosial.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved