Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Sosok Ova Emilia, Rektor Perempuan Kedua di UGM Periode 2022-2027, Punya Jasa dalam Program KB

Ova Emilia pernah memperoleh penghargaan yaitu First Prize for Young Gynecologist Award pada 1998 dan SIDA Award di tahun 2006.

Istimewa/UGM
Sosok Ova Emilia, Rektor Perempuan Kedua di UGM Periode 2022-2027, Punya Jasa dalam Program KB 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM) punya calon rektor baru periode 2022-2027.

Ia adalah Ova Emilia mengalahkan dua kandidat lainnya yaitu Bambang Agus Kironoto dan Deendarlianto.

Dekan sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) itu terpilih sebagai rektor usai meraih 21 suara dari 25 anggota Majelis Wali Amanat (MWA), pada Jumat (20/5).

Baca juga: Akhirnya Terungkap Alasan Adhisty Zara Kepincut Sosok Abimanyu Bhakti, Fakta Baru Terkuak

Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menetapkan Ova Emilia sebagai rektor UGM pada Jumat (20/5/2022) di Balai Senat UGM.

Dalam rapat pleno MWA, Ova Emilia memperoleh suara terbanyak yaitu 21 dan menang telak dari Bambang (1 suara) serta Deendarlianto (3 suara).

“Kami sudah melakukan voting dan hasilnya adalah Prof. Bambang Agus Kironoto memperoleh satu suara, Prof. Deendarlianto tiga suara, dan Prof. Ova Emilia memperoleh 21 suara.”

“Dengan demikian calon rektor terpilih adalah Prof Ova Emilia,” tutur Ketua MWA UGM, Pratikno.

Adapun pemilihan dan penetapan rektor ini diikuti oleh 17 anggota MWA secara offline dan satu anggota secara online.

Anggota MWA tersebut antara lain Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, serta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Sebagai informasi, rangkaian penetapan rektor ini telah melalui rangkaian seleksi yang berlangsuk sejak 24 Januari 2022.

Selama tahap pendaftaran hingga seleksi administrasi, terjaring enam bakal calon rektor yang kemudian kembali diseleksi pada rapat pleno Senat Akademik pada 12 Mei 2022 lalu.

Adapun rencana pelantikan rektor yang terpilih akan diselenggarakan pada 27 Mei 2022 mendatang.

“Karena masa jabatan rektor saat ini, Prof. Panut Mulyono, akan segera selesai, MWA akan melakukan pelantikan dalam waktu dekat,” tutur Pratikno.

Profil Ova Emilia

Masih dikutip dari sumber yang sama, Ova Emilia pernah dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sekaligus menjabat sebagai Dekan FK-KMK sejak tahun 2016.

Ia merupakan sosok wanita yang lahir di Yogyakarta pada 19 Februari 1964.

Terkait riwayat pendidikannya, ia merupakan alumni UGM saat menempuh pendidikan sarjana dan menamatkannya pada tahun 1987.

Tak habis sampai di situ, Ova Emilia pun melanjutkan studinya untuk pendidikan master di University of Dundee, Skotlandia di tahun 1990.

Enam tahun berselang, ia menempuh pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di UGM pada  1996-2000.

Kemudian pada 2009, Ova Emilia menempuh pendidikan doktoralnya yaitu Clinical Teaching di University of New South Wales, Wales dan pendidikan dokter subspesialis di UGM.

Selain menjabat sebagai Dekan, Ova juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sejak tahun 2018.

Ia juga pernah memperoleh penghargaan yaitu First Prize for Young Gynecologist Award pada 1998 dan SIDA Award di tahun 2006.

Ova juga dikenal memiliki berbagai pengalaman menulis buku dan jurnal internasional, serta pengalaman membangun inovasi, advokasi, dan kebijakan.

Bahkan pada 2012-2020, ia membentuk kurikulum bagi dokter untuk pelayanan keluarga berencana (KB) yang menjadi model pelatihan yang diangkat secara nasional dan diterapkan di Fakultas Kedokteran di Indonesia.

Terkait terpilihnya dia sebagai rektor UGM, Ova memiliki sejumlah strategi dan program kerja seperti memperkuat pendidikan trandsdisiplin yang mendorong kewirausahaan sosial, kemandirian dan keberagaman.

Juga memperkuat pengabdian yang komprehensif dan berkesinambungan untuk penyelesaian permasalahan wilayah dengan melibatkan sivitas akademika dan alumni, dan memperkuat atmosfer kampus yang sehat, ramah lingkungan, berbudaya, dan bertanggung jawab secara sosial.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved