Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Isi Pidato Presiden Soeharto Saat Lengser Pasca Didemo Mahasiswa, Sudah 24 Tahun Berlalu

Akhir dari rezim Orde Baru itu ditandai dengan berhentinya Presiden Soeharto dari jabatan yang telah ia pegang selama 32 tahun.

Editor: Alpen Martinus
Youtube kanal @HM Soeharto/Screenshot
Soeharto Tersinggung dan Murka soal Supersemar Kudeta Soekarno. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tanpa terasa sudah 24 tahun Indonesia meninggalkan era orde baru.

Era yang dipimpin oleh Presiden Soeharto yang sudah 32 tahun menjabat.

Mungkin ia menjadi satu-satunya presiden Indonesia dengan masa jabatan paling lama.

Baca juga: Kronologi Kerusuhan Mei 1998,Tragedi Besar Jelang Lengsernya Soeharto, Empat Mahasiswa Gugur


Presiden Soeharto saat mengumumkan berhenti dari jabatannya, di Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 1998. (Tribunnews.com)

Ia menyatakan berhenti setelah demo besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa.

Hari ini 24 tahun lalu, rezim Orde Baru berakhir di Indonesia.

Akhir dari rezim Orde Baru itu ditandai dengan berhentinya Presiden Soeharto dari jabatan yang telah ia pegang selama 32 tahun.

Berikut ini pernyataan lengkap Soeharto saat menyatakan berhenti, di Istana Merdeka pada 21 Mei 1998, seminggu setelah empat mahasiswa Universitas Trisakti gugur ditembak aparat, dan kerusuhan melanda Jakarta dan sejumlah kota lain di Indonesia: 

Baca juga: Sejarah 19 Mei 1998, Tekanan Lengsernya Soeharto Semakin Kuat, MPR Minta Pak Harto Mengundurkan Diri

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sejak beberapa waktu terakhir, saya mengikuti dengan cermat perkembangan situasi nasional kita, terutama aspirasi rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Atas dasar pemahaman saya yang mendalam terhadap aspirasi tersebut.

Ddan terdorong oleh keyakinan bahwa reformasi tersebut perlu dilaksanakan secara tertib, damai, dan konstitusional demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa, serta kelangsungan pembangunan nasional.

Baca juga: Mei 1998, Soeharto Lengser dan Demo Besar-besaran Mahasiswa, Ini Kronologinya

Saya telah menyatakan pembentukan Komite Reformasi dan mengubah susunan Kabinet Pembangunan VII.

Namun demikian kenyataan hingga hari ini menunjukkan Komite Reformasi tersebut tidak dapat terwujud, karena tidak adanya tanggapan yang memadai terhadap rencana pembentukan Komite tersebut.

Dalam keinginan untuk melaksanakan reformasi dengan cara yang sebaik-baiknya tadi, saya menilai bahwa dengan tidak dapat diwujudkannya Komite Reformasi, maka perubahan susunan Kabinet Pembangunan VII menjadi tidak diperlukan lagi.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved