Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minahasa

Peringati Harkitnas, Pemkab Minahasa Gelar Upacara Bendera, Ini Pesan Menkominfo RI

Bupati Minahasa Royke Octavian Roring yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Minahasa Wenny Talumewo.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Mejer Lumantow
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-114 di Kabupaten Minahasa digelar dalam bentuk Upacara Bendera, bertempat di Halaman Kantor Bupati Minahasa, Tondano, Jumat (20/5/2022). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-114 di Kabupaten Minahasa digelar dalam bentuk Upacara Bendera.

Berlangsung di Halaman Kantor Bupati Minahasa, Tondano, Jumat (20/5/2022).

Bupati Minahasa Royke Octavian Roring yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Minahasa Wenny Talumewo tampil sebagai Inspektur Upacara.

Upacara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, para pejabat dan ASN Pemkab dengan Perwira Upacara Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo dan Komandan Upacara Camat Tondano Barat Robert Ratulangi.

Hadir pula Rohaniwan pembawa Doa Pdt Raymond Rende MTh.

Upacara ditandai dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh 3 siswa Paskibraka Minahasa.

Dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara dan pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945 oleh ASN Anjastyo Wurangian, SSTP.

Dalam Amanat Inspektur Upacara, Asisten Wenny Talumewo membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate.

Amanat tersebut menyebut, tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-114 saat ini, yaitu “Ayo Bangkit Bersama."

Tema ini diambil sebagai bentuk seruan agar bisa bangkit bersama dari pandemi COVID-19 yang sudah melanda dua tahun terakhir. 

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai seremonial saja.

Guna memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, mari sejenak kita telaah sisi historis di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional” ungkapnya.

Dikatakannya, pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. 

Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang  ingin kembali berkuasa. 

"Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa," jelasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved