Tips Sehat

Tak Banyak yang Tahu, Begini Cara Mengurangi Risiko Depresi

Depresi adalah salah satu bentuk penyakit mental yang paling umum, mempengaruhi lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia

Editor: Chintya Rantung
Reader's Digest
Ilustrasi Olahraga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Depresi adalah salah satu bentuk penyakit mental yang paling umum, mempengaruhi lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan sebagai bagian dari konsorsium penelitian kesehatan masyarakat, para ilmuwan yang berbasis di Inggris mengatakan hubungan yang mereka temukan antara depresi dan olahraga menunjukkan cara untuk secara bersamaan meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

"Dengan asumsi hubungan itu kausal, aktivitas fisik waktu luang memiliki efek perlindungan terhadap depresi," kata Snehal Pinto Pereira dari Institut Kesehatan Anak University College London (UCL), yang memimpin penelitian.

Jika orang dewasa berusia antara dua puluhan dan empat puluhan yang tidak aktif secara fisik menjadi aktif tiga kali seminggu, mereka akan mengurangi risiko depresi sekitar 16 persen.

Depresi adalah salah satu bentuk penyakit mental yang paling umum, mempengaruhi lebih dari 350 juta orang di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai penyebab utama kecacatan secara global.

Perawatan untuk depresi biasanya melibatkan pengobatan atau psikoterapi, atau kombinasi keduanya.

Namun banyak pasien gagal untuk menjadi lebih baik dan menderita serangan penyakit berulang.

Tim Pereira mengikuti 11.135 orang yang lahir pada tahun 1958 hingga usia 50 tahun, mencatat gejala depresi dan tingkat aktivitas fisik mereka secara berkala saat dewasa.

Untuk menilai depresi, mereka melihat tanggapan terhadap Malaise Inventory, kuesioner yang dirancang untuk mengukur tekanan psikologis, pada usia 23, 33, 42, dan 50 tahun.

Peserta juga ditanya seberapa sering mereka berolahraga.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang meningkatkan aktivitas mingguannya melaporkan gejala depresi yang lebih sedikit, tetapi mereka yang memiliki gejala depresi lebih banyak kurang aktif, terutama pada usia yang lebih muda.

Setiap sesi aktivitas tambahan per minggu mengurangi kemungkinan depresi sebesar 6 persen.

Para ilmuwan mencatat bahwa hubungan antara olahraga dan gejala depresi terlihat di seluruh populasi dan tidak hanya pada mereka yang berisiko tinggi mengalami depresi klinis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved