Berita Sitaro

Dinkes Sitaro Ungkap Gejala Awal Hepatitis Akut

Belum tuntas ancaman pandemi Coronavirus Disease 19 di dunia, kini muncul momok baru berupa kasus hepatitis akut

Editor: Aswin_Lumintang
Dinkes Sitaro
Kepala Dinkes Sitaro, dr Semuel Raule saat melakukan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang akan melakukan vaksinasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Belum tuntas ancaman pandemi Coronavirus Disease 19 di dunia, kini muncul momok baru berupa kasus hepatitis akut yang mulai menyebar di beberapa negara.

Meski baru sebatas dugaan kasus yang ditemukan di Indonesia, namun hal ini tentu patut diwaspadai oleh semua pihak guna mencegah mewabahnya hepaititis akut ke semua daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), dr Semuel Raule mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya dugaan hepatitis akut di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Baca juga: PLN Tambah 400 Kw Antisipasi Paskah Nasional di Talaud, Siagakan Peralatan dan Sumber Daya

Baca juga: Dikira Meninggal Dunia, Marshanda Mendadak Ditelepon Banyak Orang, Begini Keadaan Sebenarnya

"Hingga kini, kita belum menemukan adanya pasien, baik di Rumah Sakit maupun Puskesmas di Sitaro yang mengalami gejala hepatitis akut," kata Raule melalui sambungan telepon, Minggu (15/5/2022).

Namun demikian, semua pihak diajak untuk mewaspadai masuknya kasus hepatitis akut ke wilayah Sitaro di tengah meningkatnya mobilitas warga pasca libur panjang dalam rangka Idul Fitri baru-baru ini.

Sebagai bentuk langkah antisipasi, Raule mengatakan, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro diminta untuk mensosialisasikan ke masyarakat terkait gejala awal dan cara pencegahan hepatitis akut.

"Lewat petugas Puskesmas, kami sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi untuk memberikan gambaran kr masyarakat tentang hepatitis akut. Apa saja gejalannya dan bagaimana cara mencegahnya," ujar Raule.

Adapun gejala awal yang ditemukan pada pasien dugaan hepatitis akut yakni demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, nyeri bagian perut, nyeri pada otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, gatal-gatal, dan urine seperti air teh.

"Meski gejala yang ditemukan mengarah pada hepatitis akut namun belum bisa dipastikan pasien menderita Hepatitis Akut, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut," terangnya.

Ia pun mengimbau kepada semua masyarakat agar segera mendatangi layanan fasilitas terdekat ketika mengalami gejala-gejala awal yang menjurus ke hepatitis akut.

"Penanganan medis yang cepat akan membantu meminimalisir dampak dari hepatitis akut. Tentu yang tak kalah penting adalah upaya pencegahan yang harus kita lakukan," ujar Raule.(her)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved