Pantas TKI Banyak yang Lakukan Kawin Kontrak, Ternyata Untuk Urusan Kebutuhan Biologis
Kebutuhan biologis tidak terpenuhi menjadi alasan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi rela kawin kontrak.
Baca juga: Konsumsi 3 Buah Ini Sangat Dianjurkan untuk Sembuhkan Diabetes dan Gula Darah, Tips dr Samuel Oetoro
Baca juga: Inilah Negara-Negara Tersepi di Dunia, Penduduknya Hanya 7 Orang Saja
Dalam definisi lain, kawin kontrak yang dalam hukum Islam dikenal dengan istilah nikah mut'ah adalah perkawinan yang dilaksanakan semata-mata untuk melampiaskan hawa nafsu.
Lalu bersenang-senang atau akad perkawinan yang dilakukan seorang laki-laki terhadap wanita untuk satu hari, satu minggu, atau satu bulan.
Fenomena kawin kontrak di Arab Saudi memang kerap terjadi.
Sebagaimana dijelaskan oleh para TKI yang ada di Arab Saudi yakni kang Alman Mulyana, Mas Awi, Ahmad Kurdi dan Irlan bercerita perihal tersebut.
Alman mengatakan bahwa permasalahan ini yang terjadi sejak TKI hadir di Arab Saudi pada tahun 1990-an.
"Permasalahan TKI itu biasanya sekitar 98 persen rumah tangganya rusak kalau terlalu lama kerja di luar negeri," kata Alman mencceritakan.
Dia menambahkan bahwa hal itu adalah fakta sebab kalau tidak istri yang ditinggalkan di Indonesia selingkuh, atau para suaminya yang selingkuh di Arab Saudi.
Bukan rahasia lagi bila perjuangan para TKI di Arab Saudi tidak mudah seperti yang dibayangkan.
TKI harus siap menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, terutama bagi mereka yang sudah berkeluarga.
Di Arab Saudi, banyak TKI yang bisa bertahan bertahun-tahun demi keluarga tercinta.
TKI selalu melakukan yang terbaik di depan majikan, memungkinkan mereka untuk dianggap sebagai keluarga sendiri dan mendapatkan bonus.
Hal ini telah dibuktikan oleh banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.
Namun, di sisi lain, beberapa TKI tidak dapat lulus ujian dan cobaan selama bekerja di Arab Saudi.