Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Daya Beli Petani di Sulut Membaik, April 2022 Naik 0,67 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Asim Saputra menjelaskan, membaiknya NTP karena kecepatan kenaikan Indeks Harga yang diterima.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Nielton Durado
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Asim Saputra. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Daya beli petani di Sulut membaik di Bulan April 2022.

Hal ini tercermin pada Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan tersebut yang naik 0,67 persen.

NTP Sulut naik menjadi 110,77 dibandingkan dengan bulan Maret yang masih 110,04.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Asim Saputra menjelaskan, membaiknya NTP karena kecepatan kenaikan Indeks Harga yang diterima Petani (It) lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks Harga yang di bayar Petani (Ib).

It naik hingga mencapai 1,53 persen, sementara Ib hanya naik 0,86 persen .

"Artinya, hasil yang diterima petani dari usahanya masih lebih besar dari biaya atau ongkos produksi usaha pertaniannya," kata Asim kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (13/05/2022).

Secara tahun kalender 2022, NTP Sulut 0,23 persen. Sedangkan menurut YoY (tahun ke tahun) naik menjadi 7,06 persen.

Sementara, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sejalan dengan NTP yang menunjukkan pergerakan naik, yakni 0,88 persen, dari nilai 110,87 di bulan Maret menjadi 111,84 di bulan April.

Lebih lanjut Asim menjelaskan, NTP yang naik akan terasa dampaknya ketika biaya produksi petani masih lebih rendah dari pendapatan dari hasil produksinya.

NTP  merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.

NTUP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Dimana, komponen Ib hanya terdiri dari Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Dengan dikeluarkannya konsumsi rumah tangga dari komponen indeks harga yang dibayar  petani (Ib), NTUP dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani.

Karena yang dibandingkan hanya produksi dengan biaya produksinya. (ndo)

Perolehan Medali SEA Games 2022, Indonesia 5 Medali Emas, Berikut Daftar Klasemen Sementara

Ramalan Cinta 12 Zodiak Besok Sabtu 14 Mei 2022: Ikatan Cinta Gemini Makin Kuat, Aquarius Egois

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Cara Kembalikan WhatsApp Business ke WA Pribadi

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved