Kunjungan Anies ke Eropa

Cucu Mantan Perdana Menteri Kritik Anies Baswedan yang Kunjungan ke Eropa: Buang-buang Waktu

Anies Baswedan tengah menjadi sorotan karena kunjungannya ke Eropa. Diketahui kunjungannya ke Eropa mendapat banyak kritikan.

Editor: Glendi Manengal
KOMPAS.COM/NURSITA SARI
Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (7/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anies Baswedan tengah menjadi sorotan karena kunjungannya ke Eropa.

Diketahui kunjungannya ke Eropa mendapat banyak kritikan.

Salah satunya adalah cucu mantan perdana menteri Indonesia.

Baca juga: Pantas Via Vallen Mau Terima Lamaran Chevra Yolandi, Ternyata Senang Kelakuan Sang Pacar

Baca juga: Seorang Wanita Hilang Misterius Usai Pamit Bukber, Terakhir Bertemu dengan Keluarga 26 April Lalu

Baca juga: Wali Kota Bitung Bertemu Pemangku Adat Danuwudu, Makan di Daun Pisang dan Minum di Bambu

Foto : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama rombongan konvoi mobil listrik. (Tribunnews/Danang Triatmojo)

Kunjungan ke Eropa di jelang akhir masa jabatannya membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kena semprot cucu mendiang mantan Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo.

Anggara Wicitra Sastroamidjojo cucu Ali Sastroamidjojo yang kini menjabat Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta menyayangkan agenda kunjungan kerja ke luar negeri yang bakal dijalani Anies.

Pasalnya, menurut dia, Anies bakal purna tugas pada Oktober 2022 mendatang dan masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan orang nomor satu di DKI itu.

"Masa jabatan Pak Anies sudah kurang dari 6 bulan lagi tapi malah kunjungan ke Eropa. Ini makan waktu kan, padahal banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Pak Anies harusnya menuntaskan janji-janjinya dulu," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5/2022).

Politisi muda ini pun menyoroti banyaknya program kerja yang belum diselesaikan oleh Anies.

Sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022, setidaknya ada tiga program yang belum berjalan.

Ketiga program itu ialah revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), rencana induk transportasi Jakarta, dan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang rencana detail tata ruang (RDTR) yang masih belum disahkan, padahal targetnya sudah terlewati di tahun lalu.

"Pak Anies buat sendiri Ingub tentang penyelesaian isu prioritas daerah setahun ini, tapi masih banyak yang belum selesai," ujarnya.

Belum lagi, beberapa program prioritas juga tidak jelas penyelesaiannya, seperti program LRT, layanan air bersih di kampung prioritas, penanganan sampah ITF, hingga pembangunan dan pengisian rumah susun (rusun).

Halaman
123
  • Berita Terkait :#Kunjungan Anies ke Eropa
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved