Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Hari Ini Senin 9 Mei 2022, BMKG: 29 Wilayah Patut Waspada Alami Cuaca Ekstrem

Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini di sejumlah wilayah.

Istimewa
Peringatan Dini Hari Ini Senin 9 Mei 2022, BMKG: 29 Wilayah Patut Waspada Alami Cuaca Ekstrem 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk hari ini di sejumlah wilayah.

Berdasarkan BMKG, ada wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 30 wilayah pada Senin (9/5/2022).

Baca juga: Meluncur di Tengah Jalan, Rombongan Pengguna Sepatu Roda Malah Marah saat Ditegur, Wagub DKI: Arogan

Baca juga: Gempa Guncang Banten Senin 9 Mei 2022, Terjadi Guncang di Laut, Ini Info Terkini BMKG

Prakiraan Cuaca
Prakiraan Cuaca (Tribunnews)

Berdasarkan pemantauan radar cuaca BMKG, sebanyak 28 wilayah mendapatkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Kemudian satu wilayah mendapatkan peringatan dini potensi hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

Serta satu wilayah lainnya mendapatkan peringatan dini potensi angin kencang.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dikutip dari dalam web.meteo.bmkg.go.id, potensi cuaca ekstrem di 30 wilayah di Indonesia pada Senin esok hari ini dipengaruhi oleh oleh munculnya Siklon Tropis TWO di Laut Andaman.

Siklon tropis tersebut membentuk palung tekanan rendah di Sumatera bagian utara.

Sistem ini juga membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Aceh, dari Sumatera Utara hingga Selat Malaka, di Sumatera Barat dan dari Jambi hingga Riau serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Selat Malaka, dan di Semenanjung Malaysia.

Kemudian juga dipengaruhi oleh Siklon Tropis KARIM yang ada di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera.

Kedua siklon tropis ini memberikan dampak secara tidak langsung terhadap peningkatan curah hujan, kecepatan angin dan peningkatan tinggi gelombang di Sumatera bag utara, Pesisir Barat Sumatera bagian utara dan perairan sebelah barat Sumatera.

Sirkulasi siklonik terpantau di Laut Sulawesi dan di Laut Arafuru yang membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Kalimantan Timur, dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah, di Kep. Aru-Tanimbar dan di Filipina bagian selatan.

Daerah konvergensi lainnya memanjang di Selat Sunda, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, di NTT, dari Sulawesi Tenggara hingga Teluk Tomini, di Maluku, dan dari Papua Barat hingga Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved