Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Rekan Sepelayanan Meninggal Tenggelam, Pdt Maya Manengal Kenang Kejadian yang Hampir Sama Menimpanya

Pendeta Maya sapaan akrabnya menceritakan dirinya sebelum menjadi pendeta pernah juga pergi ke pantai tidak tahu berenang dan hampir tenggelam.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Gryfid Talumedun
Istimewa
Pendeta pelayanan GMIM Tiberias Kiniar Wilayah Tondano Maya Mahda Manengal prihatin dengan peristiwa meninggalnya teman sepelayanan Vikaris Pendeta Vio Maki, Sabtu (7/5/2022). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pendeta pelayanan si GMIM Tiberias Kiniar Wilayah Tondano Maya Mahda Manengal prihatin dengan peristiwa meninggalnya teman sepelayanan Vikaris Pendeta Vio Maki, Sabtu (7/5/2022).

Seperti diketahyi Vikaris Pendeta GMIM Vio Maki tewas tenggelam di Pantai Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, kemarin, Jumat (6/5/2022).

Selain Vio Maki, salah seorang rekannya juga tenggelam saat mandi di perairan pantai Bukit Tinggi.

Baca juga: Daftar Harga 20 Komoditi Bahan Pokok Hari ini Sabtu 7 Mei 2022 di Pasar Bersehati Manado

Baca juga: Sosok Vio Maki, Vikaris Pendeta yang Tewas Tenggelam, Melayani di GMIM Imanuel Sumarayar

Baca juga: Kronologi Tewasnya Vio Maki, Vikaris Pendeta GMIM yang Tenggelam di Pantai Bukit Tinggi Minahasa

Namun, Vikaris Pendeta yang melayani di GMIM Imanuel Sumayar Langowan itu akhirnya meninggal dunia.

Sempat diangkat dari laut, usai tenggelam, korban sempat dilarikan ke RS Budi Setia Langowan dengan mobil bak terbuka.

Perjalanan dari Pantai Bukit Tinggi ke RS Budi Setia Langowan memakan waktu sekitar sejam.

Sempat mendapat penanganan medis, namun akhirnya nyawa korban tak terselamatkan.

Mendengar kejadian itu pendeta Maya Manengal langsung terkejut.

"Oh Tuhan tolong, kasihan. Turut prihatin dengan peristiwa ini, apalagi sebagai rekan sepelayanan di GMIM," kata Maya dengan spontan saat mendengar rekan sepelayanan meninggal dunia kepada tribunmanado.co.id.

Saat mendengar kejadian itu Maya teringat kejadian yang hampir sama menimpa dirinya.

Pendeta Maya sapaan akrabnya menceritakan dirinya sebelum menjadi pendeta pernah juga pergi ke pantai tidak tahu berenang dan hampir tenggelam.

"Saat itu di pantai Tombatu, saya mulai tenggelam dan tidak tahu lagi harus bagaimana, mau minta tolong rekan-rekan ada di jauh," ucapnya.

Baca juga: ASN WFH Mulai Senin 9 Mei 2022, Menpan-RB Tjahjo Kumolo: Diharapkan PPK Mengatur Pembagian Jadwal 

Kemudian yang ada di dalam pikirannya tinggal berdoa dan berdoa doa dapa kami.

Lanjutnya, belum habis berdoa doa bapa kami, tiba-tiba ada sepotong kayu yang mengenai tubuhnya.

"Itulah mujizat Tuhan, meskipun belum selesai bedoa saya langsung memeluk kayu tersebut dan mulai mengapung hingga dekat punggir laut," tambahnya.

Dengan kejadian yang menimpa dirinya tersebut, Pendeta Maya sampaikan hingga kini jika ke pantai atau ke kolam sudah trauma jika terkenang hal itu.

"Saya sudah takut kalau ke pantai atau kolam renang dan air sudah mulai sampai di dada, jadi trauma dengan peristiwa itu," tuturnya.

Pendeta Maya menyampaikan turut bersukacita bagi keluarga yang ditinggalkan oleh vikaris pendeta Vio Maki.

"Semoga keluarga terus diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan," tutup Pendeta Maya. (fis)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved