Digital Activity
Kehidupan Santri Gontor Kendari: Bicara Bahasa Arab dan Inggris, Kalau Tidak Hukumannya Botak
Pengalaman menjadi santri dituturkan oleh Adnan Prasetya Putra Pratama dalam acara tribunmanado podcast di studio podcast kantor tribunmanado.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kehidupan santri penuh warna.
Tak hanya melulu agama, para santri juga belajar science, bahasa asing, seni serta tak lupa berolahraga.
Pengalaman menjadi santri dituturkan oleh Adnan Prasetya Putra Pratama dalam acara tribunmanado podcast di studio podcast kantor tribunmanado Rabu (27/4/2022).
Andan tercatat sebagai santri di Pesantren Gontor Kendari.
Wawancara dipandu wartawan tribunmanado Rizali Posumah.
Ia mengaku jadi santri karena alasan ekonomis.
"Saya tak mau bikin susah orang tua," kata dia.
Awal jadi santri, ia alami home sick. Sering teringat orang tua.
"Sekarang pun masih, tapi saya sudah sadari panggilan saya," katanya.
Sebut dia, jadi santri tak melulu harus belajar agama. Mereka belajar sains dan matematika. Juga bahasa.
"Kami tiap dua minggu selalu bercakap cakap dengan bahasa yang berganti ganti, bahasa Arab kemudian Inggris," kata dia.
Ada yang unik dalam belajar bahasa ini. Ada ganjaran untuk siswa yang tidak patuh dengan berbahasa selain Inggris dan Arab.
"Kami dihukum botak," bebernya.
Ia menuturkan, para siswa pesantren juga diajarkan seni. Dalam hal ini menggambar.
"Biasa kami menggambarkan lalu dipamerkan," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Adnan-Prasetya-Putra-Pratama-dalam-acara-tribunmanado-podcast-di-studio-podcast.jpg)