Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Pembakaran

Seorang Remaja Bakar Temannya Sendiri, Bermula dari Masalah Jual Beli Knalpot dan Ikan

Terkait hal tersebut ternyata awal mula pembakaran tersebut karena masalah jual beli knalpot.

Editor: Glendi Manengal
REUTER
Ilustrasi remaja bakar teman 

Ketika situasi berangsur tenang, dan anaknya sedang berbicara dengan teman lainya yang datang, JA malah nekat menyiramkan bensin dan api yang sudah dia siapakan ke tubuh korban, sehingga otomatis langsung terbakar. 

"Saat anak saya berusaha memadamkan api yang membakar tubuhnya, JA, AL dan ZA melarikan diri. Sementara satu temannya yang lain dan datang terpisah, menolong dengan membukakan pintu, dan mengarahkannya ke kamar mandi. Itu kisah sesuai penuturan anak saya, begitu," terangnya. 

Saat dihubungi lewat sambungan telepon, Purwito tampak tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, dengan suara yang sangat berat, ia menyebut, luka bakar anaknya kini berangsur membaik, setelah satu bulan dirawat secara intensif di RSU Pusat Dr Sardjito, Kabupaten Sleman. 

"Luka bakarnya 32,5 persen. Sekarang tinggal menunggu tangan kiri, leher dan dada. Kalau yang kaki, tangan kanan, dan muka sudah kering. Kondisinya sadar, tapi di hari 1-13 kemarin benar-benar ngga bisa apa-apa, baru hari ke 14 mulai bisa makan, meski harus bubur itu," tuturnya. 

Hanya saja, ia pun tak memungkiri, pihaknya mengalami kesulitan soal pembiayaan.

Bukan tanpa sebab, sejak awal dokter di rumah sakit plat merah tersebut sudah mewanti-wanti, bahwa biaya perawatan korban DT yang terbilang parah itu cukup besar, atau kisaran Rp100-180 juta. 

Foto : Ilustrasi. (istimewa)

"Makanya, saya minta bantuan Kita Bisa untuk dilakukan penggalangan dana, karena biayanya tidak sedikit dan tidak tercover BPJS, karena masuk kriminal," keluhnya. 

Purwito pun berharap, aparat kepolisian bisa secepatnya meringkus para pelaku yang sebenarnya merupakan teman dari anaknya sendiri.

Dengan tegas, ia menyatakan enggan menempuh jalan damai untuk kejadian tragis itu. 

"Kalau damai ngga mau, intinya proses hukum. Kalau dia sudah membawa bensin dan masuk ke dalam kamar, itu kan berarti perbuatannya terencana," ungkap Purwito. 

"Pelakunya konco dewe (teman sendiri) itu. Sepertinya salah satunya juga pernah datang ke rumah sebelumnya. Itu kan yang datang bertiga, tapi pelakunya (pembakaran) cuma seorang. Larinya bertiga mungkin," lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: TribunMedan.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved