Kasus Prostitusi Online

Seorang Mahasiswi Terjaring Razia, Nekat Open BO di Bulan Puasa, Ngaku Diajak Teman

Lakukan prostitusi saat bulan ramadan berujung terkena razia. Diketahui seorang mahasiswa terkena razia Satpol PP.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lakukan prostitusi saat bulan ramadan berujung terkena razia.

Diketahui seorang mahasiswa terkena razia Satpol PP.

Mahasiswi  tersebut pun mengaku di ajak temannya.

Baca juga: Pantas Nirina Zubir Dioperasi Caesar Dua Kali, Ternyata Ada Kulit yang Dirapihkan

Baca juga: Kabar Tukul Arwana Terungkap, Tarzan Beber Respons sang Sahabat Saat Bertemu

Baca juga: Ternyata Segini THR yang Bakal Diterima Keponakan Raffi Ahmad, Nisya Ahmad Histeris Saat Tahu

Foto : Ilustrasi. (istimewa)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang bersama Polresta Malang Kota, Kodim 0833/Kota Malang, dan Denpom V/3 Malang, Jawa Timur melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Sabtu (16/4/2022) malam.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang Rahmat Hidayat mengatakan, kegiatan operasi itu dimulai sekitar pukul 21.00 WIB.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, pendalaman dari petugas di lapangan, serta informasi dari pelaku yang pernah kami amankan sebelumnya, terdapat kegiatan diduga prostitusi online di salah satu hotel di wilayah Kota Malang. Hotel tersebut terletak di wilayah Kecamatan Klojen," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (17/4/2022).

Berbekal informasi itu, Satpol PP Kota Malang bersama jajaran samping lainnya langsung melakukan penggerebekan di hotel tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan, ditemukan tujuh pasangan bukan suami istri yang diduga sedang melakukan perbuatan cabul di dalam kamar hotel.

"Saat kita gerebek, didapati ada tujuh pasangan bukan suami istri berada di dalam kamar hotel. Selain itu, kami juga temukan barang bukti berupa alat kontrasepsi (kondom). Dan pasangan yang kami amankan itu, berasal dari luar Malang, yaitu ada yang dari Bandung, Jakarta, bahkan Lampung," jelasnya.

Setelah itu, ketujuh pasangan tersebut dibawa ke Mako Satpol PP Kota Malang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tiga pasangan, terutama yang perempuan mengakui telah melakukan perbuatan prostitusi online dengan memakai aplikasi tertentu."

"Selain itu, tiga perempuan itu juga mengakui, telah melakukan perbuatan intim dengan beberapa lelaki dan memasang tarif mulai Rp 400 ribu hingga Rp 1,5 juta," bebernya.

Halaman
12
Sumber: TribunJatim.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved