Berita Bitung
Pelatihan Pemandu Wisata Alam Selam di Kota Bitung Tuai Kontroversi
Palatihan Pemandu Wisata Alam Selam yang pelaksanaanya pada 18-23 April 2022, disinyalir hanya untuk menghamburkan anggaran.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
Antara lain level A1 atau Open Water, A2 atau Advance, A3 atau Rescue dan A4 atau Master serta B1, B2, B3 untuk level instruktur.
Hendri Jack Palamia yang juga Pemadu senior di Kota Bitung dan pernah terlibat di Pelatihan Pemandu Selam yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Bitung pada beberapa tahun yang lalu, kurang sepemdapat dengan pelaksanaan peningkatan kapasitas yang digelar Dinas Pariwisata tersebut.
“Saya kaget. Pada tahun yang lalu 2021 pihak Dispar Pemkot Bitung juga melakukan pelatihan yang serupa dengan level tingkatan A1,A2 dan A3 dan saat ini pula untuk level tingkatan selanjutnya,” kata Hendri Jadk Palamia.
Dirinya melanjutkan, untuk tingkatan di level A3 menuju A4 adalah bagian dari tingkatan pengembangan skill individual oleh masing-masing divers, walaupun memang ketika dilevel ini akan dibiayai oleh pemerintah sangat membantu apalagi disituasi pandemi Covid-19 saat ini.
Namun sangat disayangkan, ketika pelatihan ini, hanya mengedepankan pada tingkatan level ataupun apa nama itu.
Yang jelas pada beberapa tahun sebelumnya Dispar sendiri juga menyelenggarakan pelatihan yang sama namun pada tingkatan dasar bahkan dibawah dari tingkatan dasar atau pengenalan metode selam tanpa disertai sertifikat.
“Kami tidak mengintervensi program Dispar Bitung, akan tetapi idealnya menurut pemahaman serta logika saya, seharusnya Dispar mengusulkan program pelatihan pada level tingkatan A1 dan mefollow-up kepada para peserta yang pernah mengikuti pelatihan selam dasar agar supaya kelihatan adanya pengembangan dan peningkatan standar kualitas SDM pemandu di Kota Bitung, bukannya melakukan pelatihan pada tingkatan yang berbeda,” kata dia.
Lanjutnya, namanya pelatihan atau pemantapan itu sesungguhnya untuk diver yang belum berkompeten?
Ini pelatihan buat diver yang sudah pada level atas atau menambah jam terbang, bukan lagi untuk pelatihan or traning berarti namanya sebenarnya bukan pelatihan.
Bahkan menurutnya, pelatihan ini tidak begitu besar dampaknya kepada stakeholder pariwisata dan terkesan eksklusif, karena hanya orang-orang yang bersertifikat yang mampu dan bisa menjadi pemandu wisata selam.
“Saya tidak mengetahui secara detail, berapa jumlah pemandu selam yang bersertifikat dilevel rescue di Kota Bitung dan harapannya ketika jumlah Kouta dipelatiahan ini bisa dapat mengakomodir serta memenuhi jumlahnya, karena setau saya pemandu selam di Kota Bitung dilevel ini tidak begitu banyak,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung, Pingkan Kapoh saat dikonfirmasi wartawan menyampaikan untuk menghubungi Sekertaris Dispar.
“Pak silakan menghubungi Sekertaris Dispar Kota Bitung, Ibu Serry Pangkung, beliau akan menjelaskan secara detail,” kata Pingkan Kapoh.
Saat disentil terkait dengan penyelenggaraan pelatihan yang serupa dengan tingkat level dasar, dirinya menyampaikan kegiatan ini bukan tingkat open water.
“Pelaksanaannya sesuai dengan Juknis dari Kementerian, Karen kegiatan ini dibiayai oleh APBN, muda-mudahan dikesempatan lain boleh ada kegiatan selam lagi,” bebernya.