Breaking News
Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Peringatkan Rusia: Bebaskan Tahanan Ukraina Jika Ingin Sekutu Utama Putin Kembali

Ukraina mengatakan kepada Rusia untuk membebaskan tawanan perang jika ingin sekutu paling penting Kremlin dibebaskan.

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
Alexey NIKOLSKY / Sputnik / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin 

“Kami sangat membutuhkan lebih banyak senjata berat untuk mencegah kekejaman Rusia lebih lanjut,” tulis Zelenskyy di Twitter ketika dia memuji komentar Biden tentang genosida.

Baca juga: Jadwal Kapal dari Pelabuhan Manado Rabu 13 April 2022, Ada Tujuan Siau Hingga Bacan

Serangan di Mariupol

Serangan Moskow selama hampir tujuh minggu, serangan terbesar di negara Eropa sejak 1945, telah menyebabkan lebih dari 4,6 juta orang melarikan diri ke luar negeri, membunuh atau melukai ribuan dan menyebabkan isolasi Rusia di panggung dunia.

Banyak kota tempat Rusia mundur di utara Ukraina dipenuhi dengan mayat warga sipil yang tewas dalam apa yang dikatakan Kyiv sebagai kampanye pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan.

Moskow membantah tuduhan itu.

Rusia mengatakan sekarang bertujuan untuk merebut lebih banyak wilayah atas nama separatis di dua provinsi timur, yang dikenal sebagai Donbas.

Ini termasuk pelabuhan Mariupol, yang telah direduksi menjadi gurun di bawah pengepungan Rusia.

Ukraina mengatakan puluhan ribu warga sipil telah terperangkap di dalam kota itu tanpa cara untuk membawa makanan atau air, dan menuduh Rusia memblokir konvoi bantuan.

Pavlo Kyrylenko, gubernur wilayah Donetsk timur, yang mencakup Mariupol, mengatakan dia telah melihat laporan insiden tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia di kota itu tetapi tidak dapat mengkonfirmasinya.

Ukraina mengatakan pasukannya di timur telah mengalahkan enam serangan Rusia, menghancurkan dua kendaraan dan tiga sistem artileri serta menembak jatuh sebuah helikopter dan dua pesawat tak berawak.

Amerika Serikat dan Inggris mengatakan mereka mencoba memverifikasi laporan apakah senjata kimia telah digunakan oleh Rusia.

Pada hari Rabu, Zelenskyy mengatakan tidak mungkin untuk menarik kesimpulan pasti 100 persen tentang apakah mereka telah digunakan di Mariupol, karena ketidakmampuan untuk melakukan penyelidikan yang tepat.

Produksi, penggunaan, dan penimbunan senjata kimia dilarang berdasarkan Konvensi Senjata Kimia 1997.

(Tribunnews.com/Yurika)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved