Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres Prancis

Profil Marine Le Pen, Calon Presiden Prancis, Lawan Emmanuel Macron di Putaran Kedua

Marine Le Pen akan menghadapi Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden Prancis putaran kedua

Editor: Chintya Rantung
Tribun Jateng
Marine Le Pen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jajak pendapat menunjukkan pemimpin nasionalis itu bersaing ketat dengan petahana Emmanuel Macron pada hari Senin (11/4/2022), sehari setelah putaran pertama pemungutan suara pemilihan presiden.

Informasi Dilansir NBC News.

Pasalnya Marine Le Pen akan menghadapi Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden Prancis putaran kedua.

Keduanya sekali lagi berhadapan di putaran kedua, sama seperti persaingan pemilihan presiden pada 2017 lalu.

Saat itu, Macron mengalahkan Le Pen dengan 66 persen berbanding 33 persen.

Kandidat presiden partai sayap kanan Rassemblement National (RN) Prancis Marine Le Pen berbicara kepada pendukung partai setelah hasil pertama putaran pertama pemilihan Presiden di Paris, pada 10 April 2022
Kandidat presiden partai sayap kanan Rassemblement National (RN) Prancis Marine Le Pen berbicara kepada pendukung partai setelah hasil pertama putaran pertama pemilihan Presiden di Paris, pada 10 April 2022 (Thomas SAMSON / AFP)

Tapi kali ini, hasil persaingan jajak pendapat cukup tipis.

Jajak pendapat dari iFop menunjukkan Macron unggul hanya di 51 persen, selisih yang sangat tipis sehingga masuk dalam margin kesalahan.

Jajak pendapat lain, dari perusahaan riset Ipsos, menunjukkan Macron unggul di 54 persen, yang masih dalam jarak yang sangat dekat untuk Le Pen, yang kekayaannya telah meningkat seiring dengan kemajuan kampanye.

Dengan hasil tipis itu, Prancis dan komunitas Eropa kini menghadapi kemungkinan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu Prancis yang dipimpin oleh anti-imigran Euroskeptik yang telah berjanji untuk meninggalkan NATO serta dianggap ramah terhadap Rusia.

Le Pen (53), mencalonkan diri sebagai presiden untuk ketiga kalinya.

Ia akan menjadi presiden wanita pertama Prancis jika nantinya menang.

Pemimpin sayap kanan itu telah melunakkan citra publiknya dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya untuk mengatasi oposisi tradisional terhadap pencalonannya.

Partainya mengubah namanya dari Front Nasional menjadi Majelis Nasional.

Ia telah berusaha untuk tampil sebagai patriot yang peduli untuk mengatasi masalah meningkatnya biaya hidup bagi orang-orang biasa.

Hasil jajak pendapat Emmanuel Macron vs Marine Le Pen (via BBC.com)

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved