Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MTPJ 10 16 April 2022

Pembacaan Alkitab: Lukas 23:33-43 ”Tersalib Sekalipun Tidak Bersalah”

Kata “Salib” artinya kayu silang, kayu palang atau dua batang kayu yang bersilang. Menyalibkan artinya menghukum mati dengan kayu salib

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
id.wikibooks.org
Ilustrasi Yesus Kristus 

Jika Ia sebagai Kristus akan menyelamatkan bangsa kita dari orang-orang Romawi maka biarlah Yesus menyelamatkan diri-Nya sendiri dari orang-orang Romawi yang kini sedang menguasai-Nya. Mereka tahu bahwa Kristus adalah orang yang dipilih Allah, yang diutus dan dikasihi-Nya (ayat 35). Prajurit-prajurit juga mengejek Yesus menggunakan kata-kata dalam “titulus” atau kertas tuduhan yaitu tulisan “I.N.R.I.”: “Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum artinya “Yesus Orang Nazaret Raja Orang Yahudi”, yang dipakukan di kayu salib di atas kepala-Nya dan tulisan itu menunjukkan kejahatan-Nya. Orang Yahudi menghukum Yesus karena Dia telah mengaku sebagai raja orang Yahudi dan sebagai Mesias.

Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu”. Maksudnya pantaslah jika orang-orang seperti mereka memiliki raja seperti ini, dan pantaslah raja seperti ini bagi orang-orang seperti itu. Mereka mengunjukkan anggur asam kepada Yesus, dengan sombongnya seakan mengajak bergabung untuk minum bersama-sama dengan mereka. (ayat 36-38).

Yesus disalib diantara dua orang penjahat. Seorang penjahat yang satu menghujat Yesus mengulangi celaan yang sama dengan tidak memiliki rasa takut akan Allah (ayat 39) dan seorang penjahat yang lain memiliki hati serta menegur dia “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?” Karena itu tidak pantas dan seharusnya kita layak menerima penghukuman setimpal dengan perbuatan kita.

Seorang penjahat yang lain ini justru mengucapkan pengakuan dosanya sendiri dan dia yakin Yesus tidak berbuat sesuatu yang salah (ayat 40-41). Dia mengakui-Nya sebagai Tuhan yang memiliki kerajaan dan Ia meminta supaya Yesus mengingat dia “Yesus, ingatlah akan aku”. Seperti juga yang diminta Jusuf (Kej. 40:14) dan Ayub (Ayb. 14:13). Meminta Yesus mengingat dia apabila Yesus datang sebagai Raja untuk memerintah. Meskipun Yesus mengalami kesakitan yang luar biasa masih mempunyai kata-kata penghiburan bagi orang yang bertobat.

Yesus berkata bahwa hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. Imannya diterima dan kepadanya dijanjikan tempat di Firdaus. Itulah kebahagian sorgawi, yaitu bisa melihat Kristus, duduk bersama-Nya, dan menikmati kemuliaan-Nya (Yoh 17:24). (ayat 42-43).

Makna dan Implikasi Firman
Yesus tersalib sekalipun tidak bersalah dengan penyaliban yang paling mengerikan. Ketika perwira pada waktu penyaliban itu melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah katanya; “sungguh orang ini adalah orang benar” (Luk 23:47), “Pilatus tidak rnendapati kesalahan apapun pada orang ini” (Luk 23:41), Tuhan Yesus” tidak berbuat dosa” (I Ptr. 2:22, Ibr 4:15), dan Yesus bertanya “siapakah diantaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh. 8:46).

Yesus tersalib benar-benar tidak bersalah dan merupakan kemenangan dan pendamaian yang melampaui segalanya. Penyaliban Yesus juga menjadi berita penghiburan bahwa Dia Yesus Juruselamat telah menyatakan kasih-Nya dengan memberikan diri-Nya untuk menebus dosa manusia. Umat Tuhan yang adalah gereja-Nya percaya Yesus disalib menjadi penghiburan dan suatu teladan ketaatan bagi orang yang hendak mengikut Yesus. Yesus menuntut bagi para pengikut-Nya agar siap sedia menderita dan menyangkal diri.

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” adalah doa Yesus bagi para musuh-Nya disaat Ia menderita di kayu salib. “Ya Bapa ampunilah mereka”, bukan hanya orang-orang ini, tetapi juga semua orang yang akan bertobat dan percaya kepada Injil. Orang yang paling berdosa sekalipun dapat mengharapkan belas kasihan melalui Yesus Kristus, jika mereka bertobat. Yesus mendoakan dan mengampuni mereka yang menganiaya dan membunuh Dia bahkan juga sebuah pembelaan Yesus yakni “sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Doa Yesus menjadi teladan bahwa setiap memanggil Allah sebagai Bapa adalah dengan hormat dan percaya. Berdoalah untuk pengampunan dosa baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain termasuk yang menyakiti dan membenci kita dengan memohon pengampunan akan dosa-dosa yang mereka perbuat. Orang percaya harus mengampuni sama seperti Yesus mengampuni.

Seorang penjahat yang mendapat teguran; “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah”. Tidak mau mendengar dan menerima seperti kekerasan hati Firaun (Kel. 7:22). Hati yang keras berpeluang terjadi kepada siapapun dan kapanpun. Miliki kerendahan hati untuk mendengar dan menerima nasehat yang baik, benar dan sesuai Firman-Nya. Yesus disalib menjadi peringatan bagi umat Tuhan untuk berbalik, mengubah hati yang keras dan yang tidak takut akan Allah. Allah berfirman jangan keraskan hati kita sebab membuat kita kehilangan janji-Nya, anugerah-Nya, bahkan keselamatan dari-Nya (Roma 2:5).

Seorang penjahat yang lain berkata “Yesus, ingatlah akan aku”. Ia yakin Yesus tidak berbuat sesuatu yang salah dan Ia meminta supaya Yesus mengingat dia. Inilah doa dari seorang pendosa yang hampir mati kepada Yesus sang Juruselamat yang juga ada diambang kematian. Adanya orang yang masih memberi kesempatan berdoa memohon kepada Yesus meskipun Yesus sedang dihina dan direndahkan dikayu salib merupakan sebuah kehormatan dan penghiburan. Belum tentu setiap orang akan memiliki kesempatan untuk bertobat sesaat sebelum mereka meninggal. Seperti yang didapat oleh seorang penjahat ini untuk bertobat adalah kesempatan yang diberikan padanya sangat istimewa. Tetapi juga janganlah kita menunda-nunda pertobatan dan berharap memperoleh belas kasihan ketika mendekati ajal. Selama kita hidup maka hidup dalam pertobatan, selalu ada pengharapan dan selama masih ada pengharapan, selalu ada ruang untuk berdoa (I Tes. 5:17). Di tengah penderitaan Yesus disalib ternyata ada penghiburan dari orang yang disekitar-Nya yang bertobat. Menjadi teladan bagi umat Tuhan tanpa memandang orang untuk saling menghibur bagi yang lemah.

Meskipun Yesus mengalami’ kesakitan yang luar biasa masih mempunyai kata-kata penghiburan bagi seorang penjahat yang bertobat. Yesus berkata bahwa hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. Imannya diterima dan kepadanya dijanjikan tempat di Firdaus. Yesus rela menderita tersalib adalah bukti cinta kasih Yesus agar kita hidup kekal (Yoh.3:16). Penderitaan adalah suatu realita dan menyakitkan.

Sebagian orang dapat menerima penderitaannya dengan sikap iman, tetapi ada orang yang tidak dapat menerimanya dan kehilangan iman. Penderitaan adalah alat yang dipakai Allah untuk membuat kita peka dan untuk mencapai maksud-Nya. Jika kita menderita karena kehendak Allah, maka kita harus berserah kepada-Nya dan selalu berbuat baik (I Pet. 4:19). Penderitaan orang percaya menjadikan Yesus Kristus sumber segala penghiburan (2 Kor. 1:3).

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved