MTPJ 10 16 April 2022
Pembacaan Alkitab: Lukas 23:33-43 ”Tersalib Sekalipun Tidak Bersalah”
Kata “Salib” artinya kayu silang, kayu palang atau dua batang kayu yang bersilang. Menyalibkan artinya menghukum mati dengan kayu salib
Tema Bulanan: “Solidaritas Yang Paripurna”
Tema Mingguan: ”Tersalib Sekalipun Tidak Bersalah”
Pembacaan Alkitab: Lukas 23:33-43
Alasan Pemilihan Tema
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kata “Salib” artinya kayu silang, kayu palang atau dua batang kayu yang bersilang. Menyalibkan artinya menghukum mati dengan kayu salib, tangan orang yang dihukum direntangkan dan diikat atau dipaku pada kayu salib. Dalam bahasa Yunani “Stauros” artinya kayu sulaan atau balok yang didirikan tegak sebagai alat untuk menghukum dan menghukum mati seorang.
Penyaliban adalah suatu bentuk eksekusi yang paling keras yang didahului oleh pencambukan, ditelanjangi, dihina, diludahi, dan diolok-olok.
Menurut kebiasaan orang-orang Romawi terhukum diharuskan rnemikul salibnya sendiri seolah-olah menyetujui hukuman yang dijatuhkan padannya. Penyaliban merupakan kematian yang paling mengerikan dan rasa sakitnya luar biasa, mayatnya sering dibiarkan tergantung membusuk dan menjadi makanan binatang atau burung pemakan bangkai.
Kata “Tidak Bersalah” artinya bebas dari kesalahan, tak bercela, tahir atau benar. Orang yang tidak bersalah dalam pengertian mereka benar dan tidak layak menerima malapetaka tertentu yang menimpa mereka. Tuhan Yesus yang tidak berdosa atau tidak bersalah menerima penyaliban yang paling mengerikan. Ia dicela karena perbuatan baik yang Ia lakukan dan mereka menyalibkan Dia, Oleh karena itu tema: Tersaiib Sekalipun Tidak Bersalah” merupakan kemenangan dan pendamaian yang melampaui segalanya. Yesus disalib dan mati bagi dosa-dosa kita. Yesus disalibkan menjadi suatu teladan ketaatan bagi orang yang hendak mengikut Yesus. Yesus menuntut bagi para pengikut-Nya agar siap sedia menderita dan menyangkal diri.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Injil Lukas ditulis oleh Lukas, tabib yang kekasih dan teman seperjalanan Paulus. Ditulis sekitar tahun 60 M dan Lukas menggunakan Markus sebagai salah satu nara sumbernya atau Injil Lukas ditulis setelah penyusunan Injil Markus.
Dalam Lukas 1:1 menyatakan bahwa Injil Lukas ini dipersembahkan kepada Teofilus. Lukas percaya bahwa iman Kristen adalah berdasarkan peristiwa-peristiwa sejarah yang dapat dipandang sebagai perbuatan Allah. Lukas menceritakan tentang riwayat Yesus sebagai sejarah dan Yesus ialah Injil keselamatan.
Lukas memperlihatkan bahwa penderitaan dan kematian merupakan jalan yang ditentukan Allah, yang wajib dijalani Yesus sebelum masuk kedalam kemuliaan-Nya di sorga. Yesus disalibkan ditempat yang dinamakan Kalvari atau “Kranion”, bahasa Yunani untuk “Golgota” yang berarti “tempat tengkorak”, bahasa Aram: “Golgotha”, bahasa Ibrani: “Gulgoleth” artinya “Tengkorak “.
Bukit itu disebut demikian mungkin karena bentuknya seperti tengkorak, suatu tempat yang kotor dan menjijikkan. Hukuman penyaliban berasal dari bangsa Siro-Fenesia Tirus dan Sidon, kemudian orang Romawi memakai cara itu. Sungguh kejam hukuman itu dan dianggap sebagai kutuk Allah (Ul. 21:23, Gal. 3:13).
Yesus disalibkan bersama dua penjahat diperlakukan sebagai seorang pemberontak dan juga terhitung di antara mereka, malah yang terburuk. Hal ini sengaja dibuat untuk menghinakan Yesus dihadapan massa dan menempatkan Dia sederajad dengan para perampok (ayat 33).
Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, Yesus berdoa memohon pengampunan untuk orang-orang yang melakukan hukuman mati-Nya. Dia berdoa untuk para pemberontak, seperti sudah dinubuatkan sebelumnya (Yes. 53:12), Doa Stefanus ketika sedang direjam batu (Kis. 7:60), dan doa Yesus (Yoh. 17).
“Ya Bapa ampunilah mereka”, bukan hanya orang-orang ini, tetapi juga semua orang yang akan bertobat dan percaya kepada Injil. Orang yang paling berdosa sekalipun dapat mengharapkan belas kasihan melalui Yesus Kristus, jika mereka bertobat. “Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, sebab jika mereka tahu, mereka tidak akan menyalibkan Dia dan karena mereka tidak menyadari siapa Yesus itu (bnd. Kis. 13:27, I Kor. 2:8).
Mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya sebagai upah mereka yang menunjukkan jubah itu hampir tidak punya harga sama sekali, apalagi sampai dibagi-bagi (ayat 34). Orang banyak selalu menghadiri pelaksanaan hukuman mati karena belas kasihan atau karena ingin tahu bahkan mungkin tidak merasa prihatin sama sekali.
Para pemimpin Yahudi dianggap terhormat dan bermoral karena jabatan mereka, justru mengejek Yesus; “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri.
Baca juga: Ingat Pemeran Sinetron Angling Dharma? Kini Kariernya Makin Moncer, Penampilan Terbaru Disorot
Baca juga: RENUNGAN HARIAN KELUARGA Lukas 23:33 - Yesus di Salib
Mereka menentang-Nya untuk menyelamat-kan diri-Nya dari kayu salib. Yesus justru seperti menyerah ditangan orang Romawi dan dihadapan Yesus seakan-akan mereka itu telah menaklukkan Yesus, mereka mempermainkan-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/yesus-kristus-788uuju.jpg)