Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2022

Kisah Masjid Tertua di Manado, Awal Dibangun Beratap Rumbia dan Berdinding Bambu

Dibangun sejak tahun 1800 an, mesjid ini menjadi saksi awal penyebaran Islam di kota Manado.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Masjid Awwal Fathul Mubien, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Mesjid tertua di Manado ada Kecamatan Tuminting.

Namanya Masjid Awwal Fathul Mubien.

Dibangun sejak tahun 1800 an, mesjid ini menjadi saksi awal penyebaran Islam di kota Manado

Tribunmanado.co.id berkunjung ke Mesjid tersebut Minggu (4/4/2020) sore.

Dalam Mesjid masih sunyi. Namun sekelilingnya sudah ramai dengan warga yang belanja takjil. 

Bagian luar mesjid megah. Bagian dalam tak kalah megahnya. Atas mesjid dilukis dengan kaligrafi muslim yang indah dan berseni tinggi. 

Sewaktu dibangun pada tahun 1800 an,  mesjid ini tak begini.

Bangunannya hanya pondasi karang berlantai papan.

Dirangkum tribunmanado.co.id dari berbagai sumber, mesjid tersebut diawali dari berdirinya kampung Islam.

Banyaknya pendatang Muslim di Manado memunculkan kebutuhan adanya kampung Muslim.

Pada 1770, keinginan itu direstui Belanda.Kampung itu bertambah ramai dengan datangnya pedagang dari Jawa serta Arab.

Para penghuni kampung pun sepakat membangun Mesjid yang dinamai Awwal Fathul Mubien. 

Artinya awal atau pembuka yang nyata. Mesjid didirikan pada 1802. Tempat ibadah ini awalnya bersifat darurat.

Bentuknya langgar, belantai tanah, atap daun rumbia serta dinding anyaman bambu. 

Abdullah Dien Ketua Badan Takmir Mesjid mengatakan, salah satu bukti sahih Mesjid itu sebagai pembuka Islam di Manado adalah kuburan yang berusia tua di Kelurahan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved