Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut, Sopir Tewas di Tempat, Diduga Penyakit Jantung Kambuh lalu Menabrak Pembatas Jalan

Terjadi kecelakaan maut di Jalan Solo-Semarang, Dukuh Keboan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pada Rabu.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Ilustrasi kecelakaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Solo-Semarang, Dukuh Keboan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pada Rabu.

Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal yang dialami kendaraan minibus.

Akibat kecelakaan tersebut seornag sopir tewas.

Baca juga: Pasangan Satpol PP Dimabuk Asmara Dipecat karena Video Panas, Kasatpol: Mencoreng Nama Satpol PP

Baca juga: Akhirnya Terungkap Kepemilikan Jet Pribadi yang Sering Diklaim Milik Gilang Juragan 99, Cuma Pinjam?

Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 07.10 WIB, Seorang Perawat Tewas, Ambulans Kecepatan Tinggi Oleng Tabrak Truk

Foto : Polisi mengevakuasi korban kecelakaan tunggal di Jalan Solo-Semarang, Dukuh Keboan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Rabu (23/3/2022). (TribunSolo.com/Dok Satlantas Boyolali)

Insiden kecelakaan yang membuat kesedihan mendalam terjadi di tanjakan Jalan Solo-Semarang, Dukuh Keboan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Rabu (23/3/2022).

Ini terjadi menimpa Sumardi (66), warga Desa/Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Sopir minibus Mitsubishi Tesen dengan Nomor polisi H-8474-VI itu meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal.

Menurut Informasi yang dihimpun TribunSolo.com, korban yang menjemput saudaranya dari  Polanharjo, Kabupaten Klaten untuk berobat ke Susukan.

Namun belum sampai di tempat yang dituju, penyakit jantungnya diduga kambuh.

Mobil yang juga ditumpangi Suratmi (64), Masitoh (55) dan Suyati (60) serta Doni (32) warga Polanharjo, Klaten itu pun oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jalan.

Kanit Laka, Ipda Budi Purnomo mewakili Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Yuli Anggraeni membenarkan kejadian itu.

Diduga sebelum menabrak pembatas jalan, penyakit jantung yang diderita korban kambuh.

"Korban kemudian meninggal dunia di tempat," jelas dia kepada TribunSolo.com.

Pihaknya yang menerima laporan kecelakaan ini langsung mendatangi lokasi kejadian.

Setelah mengevakuasi korban ke RSUD Pandan Arang Boyolali, pihaknya kemudian melakukan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan, Budi mengaku tak menemukan adanya bekas luka pada tubuh korban.

"Daei keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung," ujarnya.

Foto : Ilustrasi kecelakaan. (istimewa)

Keboan Sering Kecelakaan

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di tanjakan Keboan, jalan Solo-Semarang, Selasa (18/1/2022).

Kecelakaan yang terjadi di wilayah Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali itu melibatkan dua kendaraan besar, truk pengangkut rongsok dan truk kontainer.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Hanya saja akibat Kecelakaan, arus lalu lintas jalan Solo-Semarang tersendat.

Bahkan, arus lalu lintas dari kedua arah mengalami kemacetan sepanjang lebih dari 2,5 km.

Informasi yang dikumpulkan di lokasi kejadian menyebut, kecelakaan yang terjadi sekira pukul 11.30 WIB ini disebabkan truk pengangkut rongsok tak kuat nanjak.

Truk bak berplat B 9499 FJ yang berjalan dari arah Solo itu kemudian ngglondor.

Disaat yang bersamaan melaju truk kontainer dengan nomor polisi B 9750 KEH yang juga melaju dari arah timur (Solo).

Laju truk yang ngglondor cukup cepat, dan jarak yang cukup dekat menjadikan sopir kontainer tak bisa menghindar dari luncuran truk tersebut.

Akibat kecelakaan ini, truk bak pengangkut rongsok terguling ke kiri.

Sedangkan head kontainer mengalami ringsek.

Dodo, warga sekitar mengaku semula dia melihat truk muatan rongsok ini hampir selesai melewati tanjakan ini.

Namun, setelah pengganjal bannya di ambil oleh kenek, tiba-tiba truk tak kuat dan langsung turun ke bawah mengenai truk kontainer.

"Jadi kan tadi diganjal dan hampir melintasi tanjakan ini. Tapi malah gelondor ke bawah," ujarnya.

Sarjono Raharjo (59), kenek truk bak rongsok mengaku mengangkut rongsok ini dari Baki, Sukoharjo.

Sedianya rongsok ini akan dikirim ke Jakarta.

Tapi baru sampai tanjakan Keboan, Ampel truknya tak kuat nanjak yang akhirnya mengenai kontainer di belakang.

"Tidak kuat nanjak akhirnya terjadi kecelakaan ini," ucap warga Baki, Sukoharjo itu.

Sementara itu, Kanit Laka, Satlantas Polres Boyolali, Ipda Budi Purnomo mengatakan kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Boyolali.

"Ini kita masih melakukan upaya evakuasi kendaraan dan pengaturan lalu lintas," katanya.

Akibat kecelakaan ini satu lajur jalan Solo-Semarang tertutup total.

Polisi pun kemudian melakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.

"Tidak ada korban dalam kecelakaan ini. Hanya kerugian metriil," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved