TKI Dieksekusi
Nasib Nawali TKI yang Dieksekusi di Arab Saudi, Permintaan Terkahir Bertemu Putrinya Tak Terwujud
Diketahui seorang TKI asal Indonesia dieksekusi di Arab Saudi. Permintaan terakhirnya pun tak terwujud hingga akhir ujung kematiannya.
Ia menyampaikan, keluarga yang dititipi pesan itu pun akan menyanggupinya dan memastikan kedua putri Nawali mendapatkan pendidikan tinggi.
Sandi mengatakan, Nawali berangkat ke Arab Saudi pada 2005 untuk kedua kalinya dan bekerja sebagai sopir.
Sebelummya, Nawali pernah berkerja di Arab Saudi dan pulang ke Tanah Air pada 2004.
"Waktu berangkat pertama itu saya lupa dari tahun berapa, tapi cukup lama di Arab Saudi, katanya majikannya baik sehingga pada 2005 berangkat lagi," kata Sandi.
Sandi mengatakan, sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Nawali biasanya berkomunikasi dengan kakak-kakaknya dan kedua putrinya.
Foto : Ilustrasi hukuman mati. (istimewa)
Bahkan, kebiasaan tersebut tidak berubah meski Nawali telah ditahan.
Ia mengakui, selama ditahan, Nawali menggunakan nomor yang berbeda-beda.
"Dulu, kan, pakai nomor pribadinya dan lama durasinya. Kalau selama penahanan biasanya di wartel dan enggak bisa lama, maksimal satu jam biasanya," ujar Sandi.
Sandi menyampaikan, obrolan yang dibahas dalam telepon biasanya hanya seputar keluarga, terutama kabar tentang kedua putrinya.
Nawali terakhir kali menelepon keluarga di Cirebon pada Minggu (13/3/2022).
Saat itu, keluarga tak merasakan firasat apa pun bahwa momen itu merupakan terakhir kali berkomunikasi dengan Nawali.
Kala itu Nawali, yang biasa disapa Ato, tampak ceria sebagaimana biasanya ketika berkomunikasi dengan keluarganya.
"Enggak ada feeling apa-apa, karena (Nawali) seperti biasanya, seperti enggak ada beban, lepas saja ngobrolnya di telepon," kata Sandi.