Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TKI Dieksekusi

Nasib Nawali TKI yang Dieksekusi di Arab Saudi, Permintaan Terkahir Bertemu Putrinya Tak Terwujud

Diketahui seorang TKI asal Indonesia dieksekusi di Arab Saudi. Permintaan terakhirnya pun tak terwujud hingga akhir ujung kematiannya.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Ilustrasi hukuman eksekusi di Arab saudi 

Sebab, perwakilan Kemlu RI menghubungi keluarga untuk mengurus berkas kedua putri Nawali untuk berangkat ke Arab Saudi menjenguk ayahnya.

"Kami sangat syok karena Kemlu menyampaikan kabar itu (eksekusi Nawali)," kata Sandi sambil sesekali mengusap matanya menggunakan lengan kanan dan kirinya secara bergantian.

Karenanya, pihaknya berharap, keinginan terakhir Nawali yang akrab disapa Ato tersebut dapat diwujudkan pemerintah Indonesia, khususnya Kemlu RI.

Minimalnya, kedua putri Nawawi bisa mengunjungi tempat peristirahatan terakhir ayahnya meski tidak dapat bertemu secara langsung.

"Kami sangat berharap kedua ponakan saya bisa diajak ke pusara ayahnya, meski hanya bisa melihat nisannya dari jauh," ujar Sandi.

Sosok Nawali

Sandi mengungkapkan, adik iparnya merupakan sosok lelaki yang sangat menyayangi keluarganya.

Menurut dia, hal itu terbukti dari lancarnya kiriman uang hasil bekerja sebagai sopir di Arab Saudi untuk keluarga setiap bulannya.

Bahkan, kata Sandi, Nawali juga hampir setiap pekan menelepon keluarganya satu hingga dua kali selama berjam-jam sekadar untuk mengobati rasa rindunya.

"Hingga ditahan juga masih sering menelepon, bertanya kabar keluarga bagaimana dan lainnya," kata Sandi saat ditemui di kediamannya di Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Kamis (17/3/2022) malam.

Suara Sandi juga terdengar bergetar saat menceritakan Nawali yang sempat menelepon keluarga pada Minggu (13/3/2022) siang.

Sesekali lengan kanan dan kirinya tampak mengusap kedua matanya secara bergantian.

Raut sedih juga terlihat jelas di wajahnya.

Ia mengaku sangat mengingat pesan Nawali yang sering disampaikan kepada keluarganya ketika ditahan, yakni menitipkan untuk menjaga kedua putrinya.

"Nawali menitipkan anak-anaknya supaya bisa terus sekolah sampai tinggi, itu pesan yang sering disampaikan kepada keluarga," ujar Sandi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved