Kabar Seleb
Akhirnya Fakta Baru Kasus Indra Kenz Terkuak, Tak Kooperatif hingga Nekat Hilangkan Barang Bukti
Polisi terus mengusut kasus penipuan aplikasi berkedok trading binary option platform Binomo dengan tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz.
Ia hanya menegaskan, orang dalam tim tersebut bisa dikenakan pidana jika terbukti bersalah.
"Ada beberapa rekan-rekannya. Kita akan tindak terus. Kalau memenuhi dua alat bukti (bisa tersangka)," ungkap Brigjen Whisnu Hermawan.
Dalam rangka mengejar pihak yang membantu Indra Kenz menyembunyikan uang, Whisnu mengatakan, pihaknya akan memeriksa sosok yang dikenal sebagai guru trading Indra Kenz, yakni Fakar Suhartami Pratama atau Fakarich.
Whisnu menyampaikan kemungkinan Fakar adalah orang yang mengajarkan Indra, namun ia juga belum bisa memastikan hal tesebut.
"Ini kan kita mau panggil. Fakar minggu depan kita sudah panggil," ujar Brigjen Whisnu Hermawan.
Tutupi pemilik Binomo
Whisnu menyatakan pihaknya mengajak polisi di luar negeri mengusut dalang aplikasi Binomo.
Kerja sama, menurut dia, telah dilakukan dengan sejumlah negara, yakni Singapura, Amerika Serikat, Turki, serta Inggris.
"Kita ada dong, kita ada kerja sama melalui Divhubinter. Sudah kita lajukan melalui P to P, police to police juga melaui teman-teman dari PPATK," ungkap Brigjen Whisnu Hermawan.
Adapun berdasarkan hasil pengembangan penyidik, server aplikasi Binomo diduga ada di luar negeri.
Kendati demikian, polisi menyatakan dalang dan pemain aplikasi Binomo ada di Indonesia.
“Server luar negeri, tapi main di sini juga, orang Indonesia lah. Tunggu waktu lah kita akan ungkap (dalang di balik aplikasi Binomo),” ucap Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, 1 Maret 2022.
Saat penyidik menanyakan Indra soal orang di balik Binomo, Indra Kenz mengaku tidak mengenal siapa dalang aplikasi itu.
Indra diduga menutupi identitas pengelola dan pemilik platform aplikasi Binomo.
“(Platform) Binomo itu dia (Indra) mengatakan, si Indra Kenz itu, dia mengatakan dia tidak kenal, dia menutupi,” kata Brigjen Whisnu Hermawan.