Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penjara Bupati Langkat

Baru Terungkap Kekejian Terbit Rencana Peranginangin Bupati Langkat, Tahanan Alami Kekerasan Seksual

Terbit Rencana Peranginangin adalah Bupati Langkat. Beberapa waktu Terbit Rencana Peranginangin sempat jadi viral.

Editor: Indry Panigoro
HO / Tribun Medan/(Dok Pemkab Langkat)
Penjara di Rumah Bupati Terbit Rencana/Screenshot video wawancara Terbit Rencana Perangin-angin. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingatkah Anda dengan Terbit Rencana Peranginangin alias Cana?

Terbit Rencana Peranginangin adalah Bupati Langkat.

Beberapa waktu Terbit Rencana Peranginangin sempat jadi viral.

Itu karena ditemukannya penjara manusia di rumah pribadinya.

Kini ada fakta baru yang ditemukan lagi.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) mengungkap adanya fakta memilukan yang dialami sejumlah tahanan, yang sempat mendekam di kerangkeng manusia milik mantan Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin alias Cana.

Sejumlah tahanan memberikan testimoni, mereka tidak hanya disiksa, tapi juga diperlakukan tidak manusiawi.

Dari data yang diperoleh LPSK, tahanan ada yang dipaksa jilat kemaluan anjing.

Bahkan, ada tahanan yang dipaksa melakukan sodomi terhadap sesama para tahanan.

Adegan sodomi itu kemudian direkam oleh para penjaga kerangkeng manusia, diduga untuk dijadikan hiburan.

"Tahanan inisial KEO dan KRM ditelanjangi, diludahi mulutnya. Kemudian mereka mengaku dipaksa minum air kencing sendiri. Penghuni lain dipaksa menjilat sayuran di lantai," kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, Kamis (10/3/2022).

Edwin mengungkapkan, kekejian tidak berhenti sampai di situ.

Para tahanan juga dirampas kemerdekaannya oleh pasukan Terbit Rencana Peranginangin yang berasal dari organisasi Pemuda Pancasila.

"Semuanya sadis. Sepanjang saya melakukan advokasi terhadap korban kekerasan selama kurang-lebih 20 tahun, saya belum pernah menemukan kekerasan sesadis ini," kata Edwin.

Dalam penyelidikannya, LPSK menemukan adanya fakta, bahwa calon tahanan yang akan mendekam di kerangkeng manusia harus lebih dahulu digunduli.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved