Supersemar

'Saya Hantam Siapa Saja' Soeharto Berapi-api Tersinggung soal Supersemar Kudeta Soekarno

Soeharto berapi-api tersinggung soal Supersemar lengserkan Soekarno. "Saya akan Hantam Siapa Saja".

Editor: Frandi Piring
Youtube kanal @HM Soeharto/Screenshot
Soeharto Tersinggung dan Murka soal Supersemar Kudeta Soekarno. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - "Sebab saya akan hantam siapa saja...." tegas Soeharto berapi-api.

Momen kemarahan Soeharto perihal Surat Perintah Sebelas Maret atau disingkat Supersemar.

Soeharto sempat murka dan kembali menyinggung soal peluang dia melakukan tindakan represif menggunakan Supersemar pada Januari 1972.

Kala itu kondisi di dalam negeri tengah memanas karena gelombang penolakan dan aksi demonstrasi menentang pembangunan proyek Taman Mini Indonesia Indah.

Kalangan aktivis mahasiswa dan akademisi mengkritik keputusan pemerintah yang melaksanakan proyek Taman Mini Indonesia Indah.

(Sejarah Supersemar 11 Maret 1966, Soeharto gantikan Soekarno./istimewa)

Sebab situasi kemiskinan Indonesia ketika itu cukup tinggi, di tengah hasrat Soeharto yang selalu menggaungkan pembangunan fisik.

Selain itu, para aktivis dan akademisi menilai TNI tidak patut masuk ke ranah politik dengan alasan dwifungsi, dan semestinya menjadi prajurit yang profesional.

Soeharto merasa gelombang aksi demonstrasi menentang proyek yang diusulkan oleh sang istri Siti Hartinah atau Ibu Tien mulai mengusiknya.

Bahkan tidak sedikit aktivis mahasiswa yang ditangkap ketika berdemo.

Saat berpidato dalam pembukaan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di Jakarta Selatan, Soeharto mengungkapkan amarahnya.

"Kalau ada ahli hukum yang mengatakan tidak ada landasan hukum untuk bertindak, buat saya demi kepentingan negara dan bangsa saya akan pergunakan Supersemar.

Dan saya akan pertanggungjawabkan hal itu kepada rakyat dan Tuhan," kata Soeharto secara berapi-api.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved